أَتَّخَذْنَاهُمْ سِخْرِيًّا أَمْ زَاغَتْ عَنْهُمُ الْأَبْصَارُ

Apakah karena dahulu kami menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena penglihatan yang berpaling dari mereka?”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. أَتَّخَذْنَاهُمْ سِخْرِيًّاa-ttakhadznaahum sikhriyyanapakah dahulu kami menjadikan mereka olok-olokan
  2. أَمْ زَاغَتْ عَنْهُمُ الْأَبْصَارُam zaaghat anhumu l-absaaruataukah penglihatan berpaling dari mereka
Aplikasi

Pertanyaan reflektif 'apakah karena dahulu kami menjadikan mereka bahan olok-olokan?', kesadaran terlambat bahwa mereka yang dulu diremehkan justru selamat, sementara yang mengejek kini menghadapi konsekuensi.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.