أَنْ تَقُولَ نَفْسٌ يَا حَسْرَتَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْتُ فِي جَنْبِ اللَّهِ وَإِنْ كُنْتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَ
agar tidak ada jiwa yang berkata, “Alangkah besar penyesalanku atas kelalaianku terhadap Allah; dan sungguh, aku benar-benar termasuk orang-orang yang mengolok-olok.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- أَنْ تَقُولَ نَفْسٌan taquula nafsunagar tidak ada jiwa yang berkata
- يَا حَسْرَتَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْتُ فِي جَنْبِ اللَّهِyaa hasrataa alaa maa farrattu fii janbi llaahialangkah besar penyesalanku atas kelalaianku terhadap Allah
- وَإِنْ كُنْتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَwa-in kuntu la-mina s-saakhiriinadan sungguh, aku benar-benar termasuk orang-orang yang mengolok-olok
Aplikasi
Bentuk pertama penyesalan terlambat: 'kelalaianku dalam hak Allah. termasuk orang-orang yang mengolok-olok', pengakuan pahit yang muncul setelah momen efektif untuk berubah telah berlalu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, n-f-s, h-s-r, f-r-t, j-n-b, a-l-h, k-w-n, s-kh-r): farrattu fii janb allaah diterjemahkan 'kelalaianku dalam hak (kewajiban) terhadap Allah' (akar f-r-t + akar j-n-b); hasrah diterjemahkan 'penyesalan' (akar h-s-r); saakhiriin diterjemahkan 'yang mengolok' (akar s-kh-r). gloss '(Maksudnya,)/(menunaikan kewajiban)/(agama Allah)' dibuang.