مَا يُجَادِلُ فِي آيَاتِ اللَّهِ إِلَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَا يَغْرُرْكَ تَقَلُّبُهُمْ فِي الْبِلَادِ
Tidak ada yang memperdebatkan tanda-tanda Allah, kecuali orang-orang yang kufur. Oleh karena itu, janganlah engkau tertipu oleh bolak-balik perjalanan mereka di seluruh negeri.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- مَا يُجَادِلُ فِي آيَاتِ اللَّهِ إِلَّا الَّذِينَ كَفَرُواmaa yujaadilu fii aayaati llaahi illaa lladziina kafaruutidak ada yang memperdebatkan tanda-tanda Allah, kecuali orang-orang yang kufur
- فَلَا يَغْرُرْكَ تَقَلُّبُهُمْ فِي الْبِلَادِfa-laa yaghrurka taqallubuhum fii l-bilaadioleh karena itu, janganlah engkau tertipu oleh bolak-balik perjalanan mereka di seluruh negeri
Aplikasi
Peringatan agar tidak 'tertipu oleh bolak-balik perjalanan mereka di seluruh negeri', kemakmuran atau kebebasan bergerak orang yang menolak kebenaran bukan bukti kebenaran posisi mereka, melainkan sekadar penangguhan sementara.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Akar akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. Keputusan Pak FD 16 Jul: 'tanda' TANPA pengecualian (diuji: 'tanda' tak mustahil bahkan di 2:252/10:1/24:1/41:3). tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.