فَسَتَذْكُرُونَ مَا أَقُولُ لَكُمْ ۚ وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ

Kelak kalian akan mengingat apa yang aku katakan kepada kalian. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah melihat hamba-hamba.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. فَسَتَذْكُرُونَ مَا أَقُولُ لَكُمْfa-sa-tadzkuruuna maa aquulu lakumkelak kalian akan mengingat apa yang aku katakan kepada kalian
  2. وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِwa-ufawwidu amrii ilaa llaahidan aku menyerahkan urusanku kepada Allah
  3. إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِinna llaaha basiirun bi-l-ibaadisesungguhnya Allah melihat hamba-hamba
Aplikasi

Penutup tenang tanpa dendam: 'aku menyerahkan urusanku kepada Allah', sikap damai meski menghadapi penolakan keras, melepaskan hasil akhir kepada otoritas yang lebih tinggi.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

sebutan diterjemahkan 'melihat' per takrif corpus; kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.