مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا ۗ وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ

Siapa yang mengerjakan amal saleh, maka untuk dirinya sendiri; dan siapa yang berbuat jahat, maka atas dirinya sendiri; dan Tuhanmu sekali-kali tidak menzalimi hamba-hamba.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِman amila saalihan fa-li-nafsihisiapa yang mengerjakan amal saleh, maka untuk dirinya sendiri
  2. وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَاwa-man asaa'a fa-alayhaadan siapa yang berbuat jahat, maka atas dirinya sendiri
  3. وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِwa-maa rabbuka bi-zhallaamin li-l-abiididan Tuhanmu sekali-kali tidak menzalimi hamba-hamba
Aplikasi

Prinsip akuntabilitas personal murni: 'siapa yang mengerjakan amal saleh, untuk dirinya sendiri; siapa yang berbuat jahat, atas dirinya sendiri', konsekuensi sepenuhnya kembali kepada pelaku, ditutup jaminan 'Tuhanmu sekali-kali tidak menzalimi hamba-hamba-Nya'.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar '-m-l, s-l-h, n-f-s, s-w-a, r-b-b, zh-l-m, '-b-d): man amila saalihan fa-li-nafsihi wa man asaa'a fa-'alayhaa diterjemahkan 'siapa beramal saleh untuk dirinya, siapa berbuat jahat atas dirinya' (akar '-m-l + akar s-l-h + akar n-f-s, tanggung jawab pribadi, cf. 39:41, 45:15); maa rabbuka bi-zhallaam lil-'abiid diterjemahkan 'Tuhanmu tak menzalimi hamba' (akar zh-l-m bentuk intensif + akar '-b-d, teodisi, cf. 3:182, 22:10, 41:46). Selaras.