قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كَانَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ثُمَّ كَفَرْتُمْ بِهِ مَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ هُوَ فِي شِقَاقٍ بَعِيدٍ

Katakanlah, “Bagaimana pendapat kalian, jika ia dari sisi Allah, kemudian kalian kufur terhadapnya, siapakah yang lebih sesat daripada orang yang berada dalam perpecahan yang jauh?”

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. قُلْqulkatakanlah
  2. أَرَأَيْتُمْ إِنْ كَانَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ثُمَّ كَفَرْتُمْ بِهِa-ra'aytum in kaana min indi llaahi tsumma kafartum bihibagaimana pendapat kalian, jika ia dari sisi Allah, kemudian kalian kufur terhadapnya
  3. مَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ هُوَ فِي شِقَاقٍ بَعِيدٍman adallu mimman huwa fii shiqaaqin ba'iidinsiapakah yang lebih sesat daripada orang yang berada dalam perpecahan yang jauh
Aplikasi

Tantangan retoris 'jika ia dari sisi Allah, kemudian kalian mengingkarinya, siapakah yang lebih sesat?', konsekuensi berat dari menolak sesuatu yang mungkin benar-benar berasal dari sumber otoritatif.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, r-a-y, k-w-n, '-n-d, a-l-h, k-f-r, d-l-l, sh-q-q, b-'-d): ra'aytum in kaana min ind allaah thumma kafartum bihi diterjemahkan 'bagaimana jika ia dari sisi Allah lalu kalian mengingkarinya' (akar r-'-y + akar k-f-r, tantangan reflektif: pertaruhan menolak wahyu); man adall diterjemahkan 'siapa lebih sesat' (akar d-l-l 78); shiqaaq ba'iid diterjemahkan 'perpecahan yang jauh' (akar sh-q-q + akar b-'-d). gloss '(Nabi Muhammad)/(Al-Qur'an)/(dari kebenaran)' dibuang.