فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Dialah Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kalian pasangan-pasangan dari diri kalian sendiri dan dari hewan ternak pasangan-pasangan; Dia mengembangbiakkan kalian dengannya. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya. Dan Dialah Yang Mendengar, Yang Melihat.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِfaatiru s-samaawaati wa-l-ardiDialah Pencipta langit dan bumi
- جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًاja'ala lakum min anfusikum azwaajan wa-mina l-an'aami azwaajanDia menjadikan bagi kalian pasangan-pasangan dari diri kalian sendiri dan dari hewan ternak pasangan-pasangan
- يَذْرَؤُكُمْ فِيهِyadzra'ukum fiihiDia mengembangbiakkan kalian dengannya
- لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌlaysa ka-mitslihi shay'untidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya
- وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُwa-huwa s-samii'u l-basiirudan Dialah Yang Mendengar, Yang Melihat
Aplikasi
Ayat kunci pensucian Tuhan: 'tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya', penegasan transendensi total, ditutup justru dengan dua sifat relasional 'Yang Mendengar lagi Yang Melihat'. Konkretnya: kombinasi jarak (tak terbandingkan dengan apa pun) dan kedekatan (mendengar-melihat langsung) yang tampak paradoks namun keduanya benar sekaligus, Tuhan yang jauh secara esensi namun dekat secara perhatian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
laysa ka-mithlihii sya'un wa-huwa s-samii'u l-basiir, 'Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya. Dialah Yang Mendengar lagi Yang Melihat', ayat tanziih JUSTRU ditutup dua sifat indrawi: tak-serupa BUKAN berarti tak-bersifat (sejalan catatan Az anti-ta'wiil). Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.