وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ وَلِيٍّ مِنْ بَعْدِهِ ۗ وَتَرَى الظَّالِمِينَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ يَقُولُونَ هَلْ إِلَىٰ مَرَدٍّ مِنْ سَبِيلٍ

Dan siapa yang Allah biarkan sesat, maka tidak ada baginya pelindung setelah itu; dan engkau akan melihat orang-orang zalim, ketika melihat azab, berkata, “Adakah jalan untuk kembali?”

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ وَلِيٍّ مِنْ بَعْدِهِwa-man yudlili llaahu fa-maa lahu min waliyyin min ba'dihidan siapa yang Allah biarkan sesat, maka tidak ada baginya pelindung setelah itu
  2. وَتَرَى الظَّالِمِينَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ يَقُولُونَwa-taraa zh-zhaalimiina lammaa ra'awu l-adzaaba yaquuluunadan engkau akan melihat orang-orang zalim, ketika melihat azab, berkata
  3. هَلْ إِلَىٰ مَرَدٍّ مِنْ سَبِيلٍhal ilaa maraddin min sabiilinadakah jalan untuk kembali
Aplikasi

Momen penyesalan 'adakah jalan untuk kembali?' bagi yang dibiarkan sesat, pertanyaan putus asa yang muncul tepat saat sudah tidak ada lagi kesempatan untuk benar-benar kembali.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar d-l-l, a-l-h, w-l-y, b-'-d, r-a-y, zh-l-m, '-dz-b, q-w-l, r-d-d, s-b-l): man yudlili llaah fa-maa lahu min waliyy diterjemahkan 'siapa yang Allah sesatkan, tak ada pelindung' (akar d-l-l + akar w-l-y); maradd diterjemahkan 'kembali' (akar r-d-d). gloss '(karena kecenderungan dan pilihannya sendiri)/(ke dunia)' dibuang.