وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ
Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyeru selain Allah, yang tidak dapat mengabulkan-nya sampai hari kiamat, sedang mereka lalai dari seruan mereka?
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِwa-man adallu mimman yad'uu min duuni llaahidan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyeru selain Allah
- مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِman laa yastajiibu lahu ilaa yawmi l-qiyaamatiyang tidak dapat mengabulkan-nya sampai hari kiamat
- وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَwa-hum an du'aa'ihim ghaafiluunasedang mereka lalai dari seruan mereka
Aplikasi
Kelemahan fundamental sembahan palsu: 'tidak dapat mengabulkan seruannya sampai hari Kiamat, sedang mereka lalai dari seruan mereka', ketidakresponsifan total yang tidak disadari oleh penyembahnya sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar d-l-l, d-'-w, d-w-n, a-l-h, j-w-b, y-w-m, q-w-m, gh-f-l): man yad'uu min duun allaah man laa yastajiibu lahu…wa hum an du'aa'ihim ghaafiluun diterjemahkan 'menyeru selain Allah yang tak mengabulkan, sedang mereka lalai dari seruan mereka' (akar d-'-w + akar j-w-b, da'aa (menyeru), BUKAN 'menyembah'; yang diseru tuli & lalai, kontras Allah yang mengabulkan si-terdesak 27:62; pasangkan 46:6 ibaadah). Selaras.