إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian mereka istikamah, maka tidak ada ketakutan atas mereka, dan mereka tidak bersedih.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. إِنَّ الَّذِينَ قَالُواinna lladziina qaaluusesungguhnya orang-orang yang berkata
  2. رَبُّنَا اللَّهُrabbunaa llaahuTuhan kami adalah Allah
  3. ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَtsumma staqaamuu fa-laa khawfun alayhim wa-laa hum yahzanuunakemudian mereka istikamah, maka tidak ada ketakutan atas mereka, dan mereka tidak bersedih
Aplikasi

Janji ketenangan 'tidak ada ketakutan atas mereka, dan mereka tidak pula bersedih' bagi yang berkata 'Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka istikamah', hasil akhir yang bergantung pada konsistensi jangka panjang, bukan pengakuan sesaat.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, r-b-b, a-l-h, q-w-m, kh-w-f, h-z-n): rabbunaa llaah thumma staqaamuu diterjemahkan 'Tuhan kami Allah, kemudian mereka istikamah' (akar r-b-b + akar q-w-m, sama 41:30); laa khawf alayhim wa laa yahzanuun diterjemahkan 'tak ada ketakutan & kesedihan' (akar kh-w-f + akar h-z-n). Selaras.