فَلَوْلَا نَصَرَهُمُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ قُرْبَانًا آلِهَةً ۖ بَلْ ضَلُّوا عَنْهُمْ ۚ وَذَٰلِكَ إِفْكُهُمْ وَمَا كَانُوا يَفْتَرُونَ
Maka, mengapa tidak menolong mereka yang mereka ambil selain Allah sebagai sarana pendekatan, sebagai tuhan-tuhan? Bahkan mereka telah lenyap dari mereka; dan itulah kebohongan mereka dan apa yang mereka ada-adakan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَلَوْلَا نَصَرَهُمُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ قُرْبَانًا آلِهَةًfa-lawlaa nasarahumu lladziina ttakhadzuu min duuni llaahi qurbaanan aalihatanmaka, mengapa tidak menolong mereka yang mereka ambil selain Allah sebagai sarana pendekatan, sebagai tuhan-tuhan
- بَلْ ضَلُّوا عَنْهُمْbal dalluu anhumbahkan mereka telah lenyap dari mereka
- وَذَٰلِكَ إِفْكُهُمْ وَمَا كَانُوا يَفْتَرُونَwa-dzaalika ifkuhum wa-maa kaanuu yaftaruunadan itulah kebohongan mereka dan apa yang mereka ada-adakan
Aplikasi
Kekosongan sembahan sebagai 'sarana pendekatan' yang justru 'lenyap dari mereka' saat dibutuhkan, pengujian fungsional sederhana kembali membuktikan ketidakberdayaan objek yang disembah tanpa dasar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-s-r, a-kh-dz, d-w-n, a-l-h, q-r-b, d-l-l, a-f-k, k-w-n, f-r-y): falawlaa nasarahumu alladhiina ittakhadhuu min duun allaah qurbaanan aalihah diterjemahkan 'mengapa tak menolong (tuhan) yang mereka ambil sbg sarana pendekatan' (akar n-s-r + akar '-kh-dz + akar q-r-b + ilaah, bantahan dalih syafaat/qurbaan: tuhan-perantara tak berdaya, cf. 39:3, 10:18); bal dalluu anhum diterjemahkan 'bahkan mereka lenyap dari mereka' (akar d-l-l putaran 78 'lenyap', cf. 41:48); ifk diterjemahkan 'kebohongan' (akar '-f-k); yaftaruun diterjemahkan 'mengada-adakan' (akar f-r-y). Selaras.