وَيَقُولُ الَّذِينَ آمَنُوا لَوْلَا نُزِّلَتْ سُورَةٌ ۖ فَإِذَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ مُحْكَمَةٌ وَذُكِرَ فِيهَا الْقِتَالُ ۙ رَأَيْتَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ نَظَرَ الْمَغْشِيِّ عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِ ۖ فَأَوْلَىٰ لَهُمْ

Orang-orang yang beriman berkata, “Mengapa tidak diturunkan suatu surah?” Maka, apabila diturunkan suatu surah yang jelas maksudnya dan di dalamnya disebutkan perang, engkau melihat orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit akan memandangmu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati. Maka, itulah yang lebih pantas bagi mereka.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. وَيَقُولُ الَّذِينَ آمَنُوا لَوْلَا نُزِّلَتْ سُورَةٌwa-yaquulu lladziina aamanuu lawlaa nuzzilat suuratunorang-orang yang beriman berkata, mengapa tidak diturunkan suatu surah
  2. فَإِذَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ مُحْكَمَةٌ وَذُكِرَ فِيهَا الْقِتَالُfa-idzaa unzilat suuratun muhkamatun wa-dzukira fiihaa l-qitaalumaka, apabila diturunkan suatu surah yang jelas maksudnya dan di dalamnya disebutkan perang
  3. رَأَيْتَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ نَظَرَ الْمَغْشِيِّ عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِra'ayta lladziina fii quluubihim maradun yanzhuruuna ilayka nazhara l-maghshiyyi alayhi mina l-mawtiengkau melihat orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit akan memandangmu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati
  4. فَأَوْلَىٰ لَهُمْfa-awlaa lahummaka, itulah yang lebih pantas bagi mereka
Aplikasi

Respons kontras terhadap perintah perang 'seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati' bagi yang 'di dalam hatinya ada penyakit', ketakutan berlebihan yang menyingkap kualitas iman sesungguhnya saat diuji dengan tuntutan nyata.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

muhkamah diterjemahkan terjemahan lain 'yang jelas maksudnya' DIPERTAHANKAN + dicatat: harfiahnya 'yang dikukuhkan' (keluarga muhkam 11:1/3:7); tingkat-2 (bacaan terkuat + keraguan ditandai). Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:5712:4012:67 tiga terjemahan). hakamah = kekang kuda ('a kind of CURB'); hikmah = 'what prevents from IGNORANT behaviour'; hakiim = 'possessing hikmah' DAN 'fa'iil in the sense of MUF'IL' (IAth) = yang mengukuhkan. Glos kitab (618): adh-dhikr al-hakiim = 'decides judicially' / 'FREE FROM DEFECT; no incongruity' ( diterjemahkan QS 4:82, uji metodologi kita).