رِزْقًا لِلْعِبَادِ ۖ وَأَحْيَيْنَا بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا ۚ كَذَٰلِكَ الْخُرُوجُ

sebagai rezeki bagi hamba-hamba; dan Kami hidupkan dengannya negeri yang mati; demikianlah kebangkitan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. رِزْقًا لِلْعِبَادِrizqan lil'ibaadisebagai rezeki bagi hamba-hamba
  2. وَأَحْيَيْنَا بِهِ بَلْدَةً مَيْتًاwa-ahyaynaa bihi baldatan maytandan Kami hidupkan dengannya negeri yang mati
  3. كَذَٰلِكَ الْخُرُوجُkadzaalika l-khuruujudemikianlah kebangkitan
Aplikasi

Analogi eksplisit ditutup: 'seperti itulah kebangkitan', proses alam yang berulang (menghidupkan tanah mati) dijadikan jembatan langsung memahami konsep kebangkitan yang lebih abstrak.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-z-q, '-b-d, h-y-y, b-l-d, m-w-t, kh-r-j): rizqan lil-'ibaad diterjemahkan 'rezeki bagi hamba' (akar r-z-q + akar '-b-d); ahyaynaa…baldatan maytan diterjemahkan 'menghidupkan negeri mati' (akar h-y-y + akar b-l-d + akar m-w-t); al-khuruuj diterjemahkan 'kebangkitan (keluar dari kubur)' (akar kh-r-j, analogi tanah-mati/hidup sbg bukti kebangkitan, cf. 35:9, 41:39). Selaras.