وَمَا أَمْرُنَا إِلَّا وَاحِدَةٌ كَلَمْحٍ بِالْبَصَرِ

Perintah Kami hanyalah sekali saja seperti kejapan mata.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَمَا أَمْرُنَا إِلَّا وَاحِدَةٌwa-maa amrunaa illaa waahidatunperintah Kami hanyalah sekali saja
  2. كَلَمْحٍ بِالْبَصَرِka-lamhin bi-l-basariseperti kejapan mata
Aplikasi

Kecepatan mutlak kehendak ilahi: 'perintah Kami hanyalah sekali saja seperti kejapan mata', pengingat bahwa perubahan besar bisa terjadi dalam sekejap, dorongan untuk tidak menunda kesiapan diri dengan asumsi masih ada banyak waktu.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.