يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِنْ نَارٍ وَنُحَاسٌ فَلَا تَنْتَصِرَانِ
Dikirimkan kepada kalian nyala api dan cairan tembaga, maka kalian tidak dapat menolong diri.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- يُرْسَلُ عَلَيْكُمَاyursalu 'alaykumaadikirimkan kepada kalian
- شُوَاظٌ مِنْ نَارٍ وَنُحَاسٌsyuwaazhun min naarin wa-nuhaasunnyala api dan cairan tembaga
- فَلَا تَنْتَصِرَانِfa-laa tantashiraanimaka, kalian tidak dapat menolong diri
Terjemahan per kata (8 kata)
- يُرْسَلُyursaludikirim
- عَلَيْكُمَا'alaykumaaatas kalian berdua
- شُوَاظٌsyuwaazhunnyala api
- مِنْmindari
- نَارٍnaarinapi
- وَنُحَاسٌwa-nuhaasundan cairan tembaga
- فَلَاfa-laamaka tidak
- تَنْتَصِرَانِtantashiraanikalian berdua menolong diri
Inti bacaan
Konsekuensi bagi yang melampaui batas: 'dikirimkan kepada kalian nyala api dan cairan tembaga, maka kalian tidak dapat menolong diri', gambaran ketidakberdayaan total menghadapi konsekuensi yang telah ditetapkan, penegasan bahwa tidak ada pertahanan diri yang cukup ketika saatnya tiba.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِنْ نَارٍ وَنُحَاسٌ فَلَا تَنْتَصِرَانِ, yursalu 'alaykumaa syuwaazhun min naarin wa-nuhaasun fa-laa tantashiraani), "dikirimkan kepada kalian nyala api dan cairan tembaga, maka kalian tidak dapat menolong diri". Seperti dicatat di 55:34, ayat ini satu-satunya di luar refrain yang menyapa jin dan manusia dengan bentuk dual: (عَلَيْكُمَا, 'alaykumaa), "atas kalian berdua", dan (تَنْتَصِرَانِ, tantashiraani), "kalian berdua menolong diri".
Kata kerja (يُرْسَلُ, yursalu) berbentuk pasif, sehingga pengirimnya tidak disebut. Kata kerja yang sama dengan kata depan 'alaa, "mengirimkan ke atas", dipakai untuk azab yang menimpa kaum-kaum terdahulu, dan di sana pengirimnya menyebut diri: (فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا صَرْصَرًا, fa-arsalnaa 'alayhim riihan sharsharan), "maka Kami kirimkan kepada mereka angin yang sangat dingin lagi bergemuruh" (41:16), dan dengan susunan yang hampir sama di 54:19. Di ayat ini kata kerjanya dibuat tanpa pelaku.
Kata (نُحَاسٌ, nuhaasun), "cairan tembaga", berasal dari akar ن-ح-س, yang hanya dipakai di tiga ayat. Dua lainnya adalah ayat-ayat tadi: (فِي أَيَّامٍ نَحِسَاتٍ, fii ayyaamin nahisaatin), "pada hari-hari yang nahas" (41:16), dan (فِي يَوْمِ نَحْسٍ مُسْتَمِرٍّ, fii yawmi nahsin mustamirrin), "pada hari nahas yang terus-menerus" (54:19), keduanya tentang kaum Ad. Di ketiga tempat akar ini muncul, kata kerja mengirimkan ke atas selalu ada di dekatnya. Maknanya berbeda, logam di sini dan kesialan di sana, dan teks tidak menghubungkan keduanya. Namun di Al-Qur'an akar ini selalu hadir di tengah kabar tentang azab yang dikirimkan.
Kata (شُوَاظٌ, syuwaazhun), "nyala api", hanya dipakai di ayat ini, dan diikuti (مِنْ نَارٍ, min naarin), "dari api". Kata api dipakai di surah ini dua kali: di 55:15, (وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ, wa-khalaqa l-jaanna min maarijin min naarin), "dan Dia menciptakan jin dari nyala api", dan di ayat ini. Terjemahan memakai "nyala api" untuk dua kata yang berbeda, (مَارِجٍ, maarijin) di 55:15 dan syuwaazhun di sini. Teks tidak menarik hubungan antara kedua ayat itu, dan penjelasan ini tidak menambahkannya.
Kata tantashiraani berasal dari akar ن-ص-ر, akar pertolongan, dalam bentuk yang berarti mengupayakan pertolongan bagi diri sendiri atau membela diri. Bentuk ini dipakai untuk orang-orang yang dibinasakan: (وَمَا كَانَ مُنْتَصِرًا, wa-maa kaana muntashiran), "dan ia tidak dapat membela dirinya" (18:43, juga 28:81), dan (وَمَا كَانُوا مُنْتَصِرِينَ, wa-maa kaanuu muntashiriina) di 51:45. Di 18:43 dan 28:81 kalimat itu didahului pernyataan bahwa tidak ada golongan yang menolongnya selain Allah. Di ayat ini yang ditiadakan hanya pertolongan dari diri sendiri, dan terjemahan memakai "menolong diri".
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan azab yang menanti. Karena datang sesudah tantangan di 55:33, ayat ini dapat dibaca sebagai azab yang menanti jika mereka mencoba melampaui batas tanpa kuasa dari Allah, meskipun teksnya sendiri tidak memakai kata "jika". Ayat ini jelas melanjutkan rangkaian yang dibuka 55:31: sesudah perhatian diumumkan dan batas dinyatakan, kini disebut apa yang dikirimkan.
Susunan ayat ini sejajar dengan 41:16 tentang kaum Ad. Di sana ada tiga unsur: Kami mengirimkan ke atas mereka, hari-hari yang nahas dari akar ن-ح-س, dan penutup (وَهُمْ لَا يُنْصَرُونَ, wa-hum laa yunsharuuna), "dan mereka tidak ditolong", dari akar ن-ص-ر. Ketiga unsur itu muncul lagi di ayat ini: dikirimkan ke atas kalian, cairan tembaga dari akar ن-ح-س, dan kalian tidak dapat menolong diri dari akar ن-ص-ر. Bedanya, 41:16 menceritakan kaum yang sudah binasa, sedangkan ayat ini menyapa pendengarnya langsung. Kisah tentang orang lain menjadi sapaan kepada kalian berdua.
Ada satu pergeseran lagi. Di 41:16 pertolongan dari luar ditiadakan: mereka tidak ditolong. Di ayat ini pertolongan dari dalam ditiadakan: kalian tidak dapat menolong diri. Siapa yang masih bisa menolong tidak disebut di ayat ini, dan refrain sesudahnya menyebut pihak lain yang ada di dua ayat ini: Tuhan kalian.
Renungan dan Hikmah
- Kisah kaum Ad di 41:16 dituturkan tentang orang lain: Kami kirimkan kepada mereka angin, dan mereka tidak ditolong. Di ayat ini susunan yang sama diarahkan kepada pendengar: dikirimkan kepada kalian, dan kalian tidak dapat menolong diri. Kisah kaum-kaum terdahulu mudah dibaca sebagai sejarah yang jauh, seakan-akan tidak menyangkut pembacanya. Ayat ini memindahkan kisah itu ke hadapan pembaca. Allah tidak lagi bercerita tentang mereka, tetapi berbicara kepada kalian.
- Banyak orang dibesarkan dengan keyakinan bahwa segala masalah bisa diselesaikan dengan usaha sendiri. Keyakinan itu berguna selama masih ada yang bisa diusahakan. Ayat ini menyebut keadaan ketika kemampuan menolong diri berhenti sama sekali. Tidak ada lagi rencana, tidak ada lagi jalan keluar yang bisa dibuat sendiri. Kalau kemampuan itu suatu hari berakhir, apakah sekarang kemampuan itu dipakai untuk hal yang berguna pada hari itu, atau untuk hal yang akan ditinggalkan?
- Sebelum angin dikirimkan kepada kaum Ad, mereka berkata, siapakah yang lebih hebat kekuatannya daripada kami (41:15). Kekuatan itu tidak berguna ketika hari nahas datang, dan mereka tidak ditolong. Ayat ini memakai susunan yang sama untuk jin dan manusia. Kekuatan, kekayaan, dan kecerdikan yang hari ini terasa cukup untuk menghadapi apa saja tidak disebut sama sekali dalam ayat ini. Ayat ini hanya menyebut bahwa pada saat itu tidak seorang pun bisa menolong dirinya sendiri di hadapan Tuhannya.
- Kata kerjanya pasif: nyala api dikirimkan, tetapi pengirimnya tidak disebut. Perhatian pendengar diarahkan kepada apa yang datang, bukan kepada siapa yang mengirim. Dalam hidup, banyak akibat juga datang tanpa terlihat siapa yang menggerakkannya. Tetapi di ayat berikutnya, pihak yang disebut hanya Tuhan kalian, Dia yang sepanjang surah memberi nikmat. Pengirim yang tidak disebut di sini bukan kekuatan tanpa nama, tetapi Dia yang dikenal, dan hubungan-Nya dengan pendengar sudah disebut berulang kali sepanjang surah.
- Ayat ini menyapa jin dan manusia bersama, dan keduanya menerima hal yang sama. Manusia mudah menimpakan kesalahannya kepada godaan dari luar. Di 14:22 setan sendiri berkata bahwa ia hanya memanggil, lalu mereka memenuhi panggilannya, jadi janganlah mencelanya dan celalah diri sendiri. Di ayat ini tidak ada pihak yang dikecualikan karena merasa hanya tergoda. Pihak yang mengajak dan yang diajak sama-sama disapa, dan sama-sama tidak dapat menolong diri di hadapan Allah.
- Ayat ini berbicara tentang saat ketika tidak ada lagi yang bisa diusahakan. Karena itu ayat ini juga menunjuk waktu yang lain, yaitu sekarang, ketika masih ada yang bisa dikerjakan. Surah ini sudah menyebutnya di 55:9: tegakkanlah timbangan dengan adil, dan janganlah mengurangi timbangan. Takaran yang jujur di pasar, janji yang ditepati di kantor, hak yang diberikan di rumah. Hal-hal itu masih dalam jangkauan, dan Tuhan tidak meminta lebih dari yang masih dalam jangkauan.