فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan
Terjemahan per kata (4 kata)
- فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
- آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
- رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan
Inti bacaan
Refrein ketujuh belas membuka rangkaian gambaran dua taman: 'maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?', transisi dari peringatan menuju gambaran detail kenikmatan, pengulangan yang menandai pergantian nada dari tegas ke penuh harapan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ, fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadzdzibaani), kemunculan ketujuh belas dari refrain tetap surah ini, yang muncul berulang kali dan diterjemahkan sama persis setiap kemunculan demi konsistensi. Kata ganti dual (كُمَا, -kumaa) pada (رَبِّكُمَا, rabbikumaa) berarti "Tuhan kalian berdua", menyapa jin dan manusia bersama. Uraian tentang bentuk pertanyaan dan kata-katanya ada di 55:13 sampai 55:47. Di sini dibahas dua hal yang belum disentuh: dua bentuk dual yang berjalan berdampingan sejak 55:46, dan kesejajaran antara dua pasang taman di bagian akhir surah.
Sejak 55:46 surah ini memakai bentuk dual untuk dua hal sekaligus. Bentuk dual pertama menunjuk taman dan isinya: (جَنَّتَانِ, jannataani), "dua taman", di 55:46, (ذَوَاتَا, dzawaataa), "keduanya mempunyai", di 55:48, lalu (فِيهِمَا, fiihimaa), "di dalam keduanya", di 55:50 dan 55:52. Bentuk dual kedua menunjuk pendengar, yaitu kata ganti -kumaa dan kata kerja (تُكَذِّبَانِ, tukadzdzibaani) di refrain. Kedua bentuk itu bergantian dari ayat ke ayat, dan bunyi akhirnya sering sama. Kata jannataani berakhiran -aani, dua mata air di 55:50, (عَيْنَانِ تَجْرِيَانِ, 'aynaani tajriyaani), juga berakhiran -aani, dan refrain pun ditutup dengan -aani.
Terjemahan membedakan kedua bentuk itu dengan kata yang berbeda. Dual untuk taman ditulis "keduanya" atau "kedua taman", seperti di 55:48 dan 55:54, sedangkan dual untuk pendengar ditulis "kalian berdua" di refrain. Bahasa Indonesia tidak punya akhiran untuk bilangan dua, sehingga perbedaan yang di ayat-ayat ini terdengar lewat akhiran yang sama harus dinyatakan dengan kata. Pembaca terjemahan melihat dua kata yang berlainan, sedangkan pendengar teks aslinya mendengar bunyi yang sama berulang.
Dua taman di 55:46 disusul pasangan kedua di 55:62, (وَمِنْ دُونِهِمَا جَنَّتَانِ, wa-min duunihimaa jannataani), "dan selain keduanya ada dua taman". Rincian kedua pasangan itu berjalan sejajar. Pasangan pertama diterangkan mulai 55:48 dengan dahan-dahannya, dan pasangan kedua mulai 55:64 dengan warnanya yang hijau tua. Sesudah itu keduanya disusul dua mata air, di 55:50 dan 55:66, lalu buah-buahan, di 55:52 dan 55:68. Refrain ini, yang datang sesudah dahan-dahan, sejajar dengan 55:65, yang datang sesudah warna hijau tua.
Pasangan taman pertama, dari 55:46 sampai 55:61, diselingi delapan refrain, dan pasangan kedua, dari 55:62 sampai 55:77, juga delapan. Kemunculan ini yang kedua dari delapan refrain di pasangan pertama, sesudah 55:47 yang menyusul janji dua taman itu sendiri.
Tafsiran
Ayat ini mengulang refrain setelah gambaran kesuburan kedua taman. Pertanyaan kini diajukan tentang dahan-dahan, rincian pertama dari taman yang belum pernah dilihat pendengarnya. Di bagian awal surah, refrain menyertai hal yang bisa disaksikan sekarang, seperti matahari, laut, dan kapal, lalu di bagian tengah menyertai peringatan tentang hari perhitungan. Sejak 55:47 refrain menyertai hal yang dijanjikan, sehingga pertanyaan tentang nikmat kini juga mencakup pemberian yang baru akan diterima. Pertanyaan yang sama kini menjangkau masa depan pendengarnya.
Pendengar yang ditanya berjumlah dua golongan, dan taman yang digambarkan juga dua. Surah ini tidak menghubungkan kedua bilangan itu dan tidak menyatakan bahwa satu taman untuk jin dan satu untuk manusia. Ayat 55:46 menjanjikan dua taman kepada setiap orang yang takut, sehingga kedua bentuk dual itu berjalan berdampingan tanpa dipasangkan.
Sesudah refrain ini, rincian taman berlanjut dengan dua mata air. Pola yang terbentuk sejak 55:46 terus berjalan, satu rincian lalu satu pertanyaan. Setiap bagian dari taman disebut, lalu pendengar diminta menimbangnya sebagai nikmat sebelum rincian berikutnya diberikan. Dengan cara itu pendengar menerima gambaran taman sedikit demi sedikit, dengan jeda untuk menimbang di antara setiap rincian.
Renungan dan Hikmah
- Pertanyaan tentang nikmat biasanya dijawab dengan melihat apa yang sudah dimiliki. Di sini pertanyaan diajukan tentang dahan-dahan di taman yang belum pernah dilihat siapa pun yang mendengarnya. Apakah seseorang bisa merasakan janji Tuhan sebagai nikmat sebelum janji itu terwujud? Susunan ayat-ayat ini menempatkan harapan di antara hal-hal yang ditanyakan, sehingga harapan yang lurus kepada Allah ikut terhitung sebagai pemberian, dan orang yang berharap kepada-Nya sudah menerima sesuatu bahkan sebelum janjinya tiba.
- Jin dan manusia ditanya bersama, dan taman yang dijanjikan juga dua. Pembaca mungkin tergoda menjodohkan kedua bilangan itu, tetapi surah ini membiarkannya berdampingan tanpa dipasangkan. Menahan diri dari menarik kesimpulan yang tidak dinyatakan teks termasuk bagian dari membaca dengan jujur. Tidak semua kemiripan harus dijelaskan, dan sebuah pertanyaan tentang firman Tuhan boleh dibiarkan terbuka daripada diisi dengan dugaan.
- Sejak janji dua taman disebut, setiap rincian diikuti pertanyaan, sehingga pendengar tidak diberi seluruh gambaran sekaligus. Cara ini mirip dengan orang yang diajak menyusuri sebuah taman, berhenti di setiap pohon, lalu ditanya apa yang ia lihat. Kebiasaan berhenti sejenak di setiap nikmat, tidak menumpuknya menjadi satu ucapan syukur umum di akhir hari, membuat seseorang mengenal pemberian Tuhannya satu per satu. Surah ini sendiri memberi contoh cara itu: dahan, mata air, dan buah disebut di ayat yang berbeda, masing-masing dengan pertanyaannya sendiri.
- Dalam bahasa aslinya, taman, mata air, dan pertanyaan kepada pendengar berakhir dengan bunyi yang sama. Bagi telinga yang mendengarnya dibacakan, taman dan pertanyaan tentang taman itu terdengar menyatu. Pembaca terjemahan kehilangan bunyi itu, tetapi masih dapat menangkap maksudnya: janji dan pertanyaan tentang janji tidak dipisahkan. Setiap kali seseorang mengingat balasan dari Allah, pertanyaan tentang sikapnya terhadap nikmat-Nya ikut hadir bersamanya.
- Setiap pasangan taman dalam surah ini diselingi delapan pertanyaan. Pertanyaan tentang nikmat tidak berkurang ketika gambaran balasan makin indah. Orang yang makin banyak menerima kadang makin jarang bertanya dari mana semua itu datang. Pola dalam surah ini berjalan ke arah sebaliknya: makin banyak rincian pemberian yang disebut, makin sering pertanyaan tentang Tuhan pemberinya diajukan.
- Dahan jarang menjadi bagian taman yang paling cepat disebut orang, karena buah dan air lebih menarik perhatian. Namun rincian pertama taman ini adalah dahan, dan pertanyaan di ayat ini datang sesudahnya. Hal yang menopang dan menaungi, yang jarang disebut ketika orang menghitung nikmat, di sini ditanyakan lebih dulu. Dalam hidup sehari-hari pun ada penopang yang jarang disyukuri, seperti orang tua, kesehatan, dan tempat tinggal. Orang yang menyadari semua itu sebagai pemberian Allah sedang menjawab pertanyaan ini dengan jujur.