فِيهِمَا مِنْ كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجَانِ
Di dalam keduanya, dari setiap buah, ada sepasang.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فِيهِمَا مِنْ كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجَانِfiihimaa min kulli faakihatin zawjaanidi dalam keduanya, dari setiap buah, ada sepasang
Terjemahan per kata (5 kata)
- فِيهِمَاfiihimaapada keduanya
- مِنْmindari
- كُلِّkullisegala
- فَاكِهَةٍfaakihatinbuah
- زَوْجَانِzawjaanisepasang
Inti bacaan
Keberagaman dan keberpasangan: 'dari setiap buah, ada sepasang', pola keberpasangan yang konsisten dengan tema penciptaan berpasangan di seluruh Al-Qur'an, penegasan bahwa keberagaman dan kelengkapan adalah nilai yang dijunjung bahkan dalam gambaran kenikmatan tertinggi.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (فِيهِمَا مِنْ كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجَانِ, fiihimaa min kulli faakihatin zawjaani), "di dalam keduanya, dari setiap buah, ada sepasang". Susunannya serupa dengan 55:50. Keduanya dibuka dengan fiihimaa, "di dalam keduanya", menyebut tempat lebih dulu, dan pokok kalimatnya baru datang di ujung: dua mata air di 55:50, sepasang di ayat ini.
Kata (فَاكِهَةٍ, faakihatin), "buah", berasal dari akar ف-ك-ه dan dipakai di sebelas ayat. Sembilan di antaranya menggambarkan taman balasan, seperti 44:55 dan 56:20, dan dua menggambarkan bumi, yaitu 55:11 dan 80:31. Di surah ini kata itu muncul tiga kali. Pertama untuk bumi di 55:11, (فِيهَا فَاكِهَةٌ, fiihaa faakihatun), "padanya ada buah-buahan", lalu di ayat ini, lalu di 55:68 untuk pasangan taman kedua, (فِيهِمَا فَاكِهَةٌ, fiihimaa faakihatun), bersama kurma dan delima. Di 55:11 kata gantinya tunggal, -haa, menunjuk bumi; di ayat ini dan di 55:68 kata gantinya dual, menunjuk dua taman. Di 55:68 buah disebut bersama dua nama pohon, sedangkan di ayat ini buah disebut tanpa nama jenis apa pun.
Kata (كُلِّ, kulli), "setiap", juga dipakai tiga kali di surah ini. Di 55:26 kata itu mencakup semua yang akan binasa: (كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ, kullu man 'alayhaa faanin), "semua yang ada di atasnya akan binasa". Di 55:29 kata itu dipakai untuk hari-hari ketika Dia dalam suatu urusan, dan di ayat ini untuk buah. Di sini kull diikuti kata benda tunggal tanpa kata sandang, faakihatin, dan terjemahan menulisnya "dari setiap buah". Susunan yang sama dipakai di 44:55, (بِكُلِّ فَاكِهَةٍ, bi-kulli faakihatin), untuk buah yang diminta penghuni taman.
Kata (زَوْجَانِ, zawjaani), "sepasang", bentuk dual dari zawj, "pasangan", dari akar ز-و-ج yang dipakai di 72 ayat. Bentuk dualnya dipakai di tujuh ayat. Enam yang lain berbunyi zawjayni: di 13:3 untuk buah-buahan di bumi, (زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ, zawjayni itsnayni); di 11:40 dan 23:27 untuk makhluk yang dimuat ke kapal Nuh; di 51:49 untuk segala sesuatu yang diciptakan; dan di 53:45 serta 75:39 untuk laki-laki dan perempuan. Di ayat ini zawjaani menjadi pokok kalimat, sehingga bunyinya berbeda dari keenam ayat itu. Bentuk jamaknya dipakai di 2:25 untuk pasangan penghuni taman, (أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ, azwaajun muthahharatun), "pasangan-pasangan yang disucikan".
Apa yang membuat dua buah itu sepasang, dua jenis atau dua rupa, tidak dirinci. Kata fiihimaa juga membiarkan satu hal terbuka: apakah pasangan itu ada di tiap taman, atau satu anggotanya di taman yang satu dan anggota lainnya di taman yang lain. Terjemahan cukup menulis "sepasang", tanpa menambahkan keterangan yang tidak ada di teks.
Tafsiran
Ayat ini menambahkan rincian ketiga dari dua taman, yaitu buah, dan menggambarkannya dengan aturan yang sudah dipakai Al-Qur'an untuk bumi. Di 13:3 disebutkan bahwa dari segala buah-buahan di bumi Dia menjadikan pasangan, dan di 51:49 bahwa dari segala sesuatu Dia menciptakan pasangan, (لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ, la'allakum tadzakkaruuna), "agar kalian mengambil pelajaran". Buah di taman mengikuti pola yang sama.
Kesamaan itu sejalan dengan 2:25. Setiap kali penghuni taman diberi buah, mereka berkata (هَٰذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ, haadzaa lladzii ruziqnaa min qablu), "inilah yang dahulu diberikan kepada kami", dan mereka diberi yang serupa dengannya. Buah di taman dikenali karena menyerupai buah yang pernah dimakan. Rincian taman di surah ini juga disusun dari hal-hal yang sudah disebut sebagai pemberian di bumi pada awal surah: pepohonan di 55:6, buah-buahan di 55:11, dan air di 55:19.
Di sisi lain, 32:17 menyatakan bahwa tidak ada jiwa yang mengetahui apa yang disembunyikan bagi mereka sebagai penyejuk mata. Kedua pernyataan berjalan bersama. Janji itu disebut dengan nama-nama yang sudah dikenal, sedangkan kadarnya tetap tersembunyi. Ayat ini memberi pendengar sesuatu yang bisa dibayangkan, buah dan pasangannya, tanpa menyatakan bahwa bayangan itu sudah memuat semuanya.
Renungan dan Hikmah
- Setiap orang punya buah yang paling diingatnya: mangga dari pohon di halaman, rambutan pada musimnya, atau durian yang dibeli bersama keluarga. Menurut 2:25, penghuni taman mengenali buahnya sebagai sesuatu yang serupa dengan yang dahulu diberikan kepada mereka. Kenangan tentang buah di dunia ikut menjadi jalan untuk memahami janji itu. Buah yang dimakan hari ini termasuk pemberian Allah yang kelak dikenali lagi di sana, sehingga menikmatinya dengan sadar juga bagian dari mengenal janji-Nya.
- Ayat 51:49 menyebut bahwa segala sesuatu diciptakan berpasangan agar manusia mengambil pelajaran. Pasangan mudah ditemukan dalam hidup sehari-hari: siang dan malam, laki-laki dan perempuan, bunga jantan dan betina di kebun. Karena begitu biasa, pola itu jarang diperhatikan. Ayat ini menyebut pola yang sama di dalam taman, sehingga pasangan-pasangan di dunia bisa dibaca sebagai tanda dari Dia yang menciptakan keduanya, dunia dan taman itu, dengan aturan yang sama.
- Di dunia buah datang menurut musimnya. Ada bulan-bulan ketika pasar penuh mangga, lalu mangga menghilang dan diganti buah lain. Ayat ini menyebut setiap buah ada di dalam taman, dan 56:33 menyifati buah taman sebagai yang tidak berhenti dan tidak terlarang. Orang yang menunggu musim buah kesukaannya mengenal rasa menunggu itu. Buah di taman digambarkan tanpa musim, dan yang menyediakannya Tuhan yang sama dengan yang mengatur musim di dunia.
- Kata "setiap" di ayat ini sama dengan kata "semua" di 55:26, ketika disebutkan bahwa semua yang ada di atas bumi akan binasa. Satu kata dipakai untuk dua kabar yang berlawanan: semua yang di bumi berakhir, dan setiap buah di taman ada pasangannya. Pembaca hidup di antara kedua kabar itu. Kabar pertama pasti dialami setiap orang, sedangkan kabar kedua dijanjikan bagi yang takut akan kedudukan Tuhannya (55:46), dan surah ini meletakkan keduanya dalam jarak kurang dari tiga puluh ayat.
- Setiap orang membayangkan taman dengan bahan yang dimilikinya: buah yang pernah dicicipi, kebun yang pernah dilihat, air yang pernah diminum. Menurut 32:17, tidak ada jiwa yang mengetahui apa yang disembunyikan bagi mereka. Kalau apa yang disembunyikan itu tidak diketahui siapa pun, bagaimana seseorang bisa merasa sudah cukup tahu tentang balasan Tuhannya? Kesadaran itu membuat bayangan tentang taman tetap rendah hati, tanpa membuat pembaca berhenti berharap.
- Tidak ada nama buah di ayat ini, sedangkan 55:11 menyebut kurma dan 55:68 menyebut kurma dan delima. Setiap pembaca bisa menghadirkan buah yang dikenalnya ke dalam kata "setiap". Pembaca di negeri tropis membayangkan buah yang lain dari pembaca di negeri gurun, dan keduanya tercakup oleh kata yang sama. Janji Allah di ayat ini disampaikan dengan kata yang cukup luas untuk semua pembacanya, apa pun negeri tempat mereka tinggal dan buah yang mereka kenal.