فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
  2. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
  2. آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
  3. رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
  4. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan

Inti bacaan

Refrein kesembilan belas setelah penyebutan buah berpasangan: 'maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?', pengulangan yang terus membangun kesadaran atas detail-detail kecil yang mudah dianggap remeh.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini berbunyi (فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ, fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadzdzibaani), kemunculan kesembilan belas dari refrain tetap surah ini, dan yang keempat di pasangan taman pertama. Refrain ini datang sesudah buah-buahan yang berpasangan di 55:52.

Kata (فَاكِهَةٍ, faakihatin), "buah", dipakai tiga kali di surah ini, seperti dicatat di 55:52, dan tiap kali disusul refrain dalam jarak dekat. Sesudah 55:11 refrain datang dua ayat kemudian, di 55:13, karena 55:12 masih melanjutkan daftar tumbuhan. Sesudah 55:52 refrain datang langsung di ayat ini, dan sesudah 55:68 langsung di 55:69. Refrain pertama surah ini, dengan begitu, juga pertanyaan sesudah buah. Terjemahan menulis faakihah sebagai "buah-buahan" di 55:11 dan 55:68, dan sebagai "buah" di 55:52 karena di sana kata itu didahului "setiap".

Perbedaan buah di 55:11 dan buah di 55:52 terlihat pada kata depan (لِ, li-), "untuk" atau "bagi". Buah di 55:11 tumbuh di bumi yang Dia bentangkan (لِلْأَنَامِ, li-l-anaami), "untuk makhluk" (55:10). Buah di 55:52 tumbuh di taman yang diberikan (لِمَنْ خَافَ, li-man khaafa), "bagi siapa yang takut" (55:46). Kata depan yang sama menunjuk dua penerima: makhluk seluruhnya di bumi, dan orang yang takut akan kedudukan Tuhannya di taman.

Daftar di sekitar refrain pertama juga lebih panjang. Sebelum 55:13 disebut buah-buahan, pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang, biji-bijian yang berkulit, dan bunga-bunga yang harum (55:11-12). Sebelum ayat ini disebut satu hal: buah, dengan pasangannya. Di bumi buah disebut bersama tumbuhan lain, dan di 80:31-32 bersama rerumputan sebagai kesenangan bagi manusia dan hewan ternaknya. Di taman buah disebut tersendiri, untuk penerima yang sudah disebut di 55:46.

Pihak yang disapa di kedua tempat tidak berubah. Kata rabbikumaa di 55:13 dan di ayat ini menyapa dua golongan yang sama, jin dan manusia, dan tukadzdzibaani di kedua ayat bertanya kepada mereka dengan bentuk yang sama. Penerima buahnya berbeda, sedangkan penanya dan yang ditanya tetap.

Refrain di pasangan taman pertama sejauh ini empat: 55:47 sesudah dua taman, 55:49 sesudah dahan-dahan, 55:51 sesudah dua mata air, dan ayat ini sesudah buah. Keempatnya menyusul rincian tentang taman itu sendiri, dan empat refrain lagi masih menanti di 55:55, 55:57, 55:59, serta 55:61, sebelum pasangan taman kedua dibuka di 55:62 dengan dua taman lain selain keduanya. Ayat sesudahnya, 55:54, menyebut penghuni taman untuk pertama kalinya, dengan bentuk jamak (مُتَّكِئِينَ, muttaki'iina), "mereka bersandar".

Tafsiran

Ayat ini mengulang refrain setelah buah-buahan yang berpasangan. Dengan kemunculan ini, surah Ar-Rahman sudah dua kali menempatkan refrain sesudah buah: di awal, sesudah buah di bumi, dan di sini, sesudah buah di taman. Keduanya berjarak empat puluh ayat.

Buah di bumi diberikan kepada semua makhluk tanpa syarat. Buah di taman termasuk janji yang bersyarat, seperti dicatat di 55:46. Kedua pemberian itu berbeda penerimanya, dan keduanya disusul pertanyaan yang sama. Pertanyaan sesudah buah di bumi menanyakan sesuatu yang sedang dinikmati pendengar, sedangkan pertanyaan sesudah buah di taman menanyakan sesuatu yang belum dinikmati dan baru sampai sebagai kabar. Keduanya diajukan sebagai nikmat dari Tuhan yang sama.

Ayat 2:126 memperlihatkan jangkauan pemberian buah di bumi. Ketika Ibrahim memohon buah-buahan bagi penduduk negeri yang beriman, Dia menjawab (وَمَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا, wa-man kafara fa-umatti'uhu qaliilan), "dan siapa yang kufur, akan Aku beri kesenangan sedikit". Buah di bumi sampai juga kepada orang yang kufur, sedangkan buah di taman dijanjikan kepada yang takut akan kedudukan Tuhannya.

Refrain ini juga berada di antara dua penyebutan buah di taman. Di 55:52 disebut macamnya, dan di 55:54 disebut dekatnya. Pertanyaan diajukan sesudah pendengar tahu buah itu ada, sebelum tahu buah itu mudah dijangkau.

Renungan dan Hikmah

  • Buah yang ada di meja hari ini tumbuh di bumi yang Dia bentangkan untuk semua makhluk. Tidak ada syarat yang harus dipenuhi untuk memakannya, dan karena tidak bersyarat, buah itu mudah diterima tanpa pikir panjang. Refrain pertama surah ini bertanya tentang pemberian semacam itu. Kemunculan kesembilan belas mengulang pertanyaannya sesudah buah yang dijanjikan, sehingga buah di meja dan buah di taman berada di bawah pertanyaan yang sama. Orang yang terbiasa mengakui buah di mejanya sebagai pemberian Tuhannya sedang berlatih menjawab pertanyaan itu setiap hari.
  • Buah di dunia sampai ke tangan seseorang lewat uang, kebun, atau pemberian orang lain, sehingga orang kaya lebih mudah mendapatkannya. Syarat untuk buah di taman berbeda. Surah ini menyebutnya di 55:46: takut akan kedudukan Tuhannya. Syarat itu tidak bergantung pada harta, dan bisa dipenuhi oleh orang miskin maupun orang kaya. Pertanyaan refrain sesudah buah taman menyapa semua pendengar, apa pun keadaan hartanya, dan tidak ada pendengar yang tertutup dari janji itu karena kemiskinannya.
  • Belum ada pembaca ayat ini yang pernah melihat buah di taman. Pengetahuan tentangnya datang sebagai kabar, dan kabar diterima kalau pembawanya dipercaya. Bagaimana seseorang mensyukuri pemberian yang belum sampai ke tangannya? Refrain ini mengajukan pertanyaan tentang nikmat sesudah kabar itu, dan kabar yang datang dari Tuhan kalian berdua pun termasuk nikmat yang ditanyakan. Mempercayai kabar itu sudah merupakan satu cara menjawab pertanyaannya.
  • Sapaan "Tuhan kalian berdua" dipakai di 55:13 dan di ayat ini tanpa perubahan, sesudah buah di bumi dan sesudah buah di taman. Penerima kedua buah itu berbeda, tetapi pemberinya satu. Seseorang bisa mengakui pemberian yang sudah diterimanya dan meragukan pemberian yang dijanjikan, atau sebaliknya. Refrain menyapa pendengar dengan sebutan Tuhan yang sama di kedua tempat, sehingga mengakui yang satu dan mendustakan yang lain berarti memisahkan dua pemberian dari satu Pemberi.
  • Banyak macam buah bisa tetap jauh dari jangkauan: dijual mahal di pasar, tumbuh di pohon yang terlalu tinggi, atau tidak bisa lagi dimakan oleh orang yang sakit. Surah ini menyebut macam buah di taman lebih dulu, lalu di 55:54 menyebut bahwa buah itu dekat. Refrain ini berdiri di antara kedua rincian itu. Pemberian Allah di taman digambarkan lengkap dari dua sisi: ada macamnya, dan mudah dijangkau oleh penerimanya.
  • Empat puluh ayat memisahkan refrain pertama dari kemunculan ini. Di antaranya surah menyebut penciptaan manusia dan jin, dua laut, kapal-kapal, kebinasaan semua yang di bumi, hari perhitungan, dan neraka. Pembaca yang sampai di sini sudah melewati semua itu dan kembali menemukan buah, kali ini di taman. Allah menyusun kabar-Nya sehingga perjalanan dari buah di bumi ke buah di taman melewati kabar tentang binasa dan perhitungan, tanpa melompatinya.