كَأَنَّهُنَّ الْيَاقُوتُ وَالْمَرْجَانُ

Seakan-akan mereka yakut dan marjan.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. كَأَنَّهُنَّ الْيَاقُوتُ وَالْمَرْجَانُka-annahunna l-yaaquutu wa-l-marjaanuseakan-akan mereka yakut dan marjan

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. كَأَنَّهُنَّka-annahunnaseakan-akan mereka
  2. الْيَاقُوتُl-yaaquutuyakut
  3. وَالْمَرْجَانُwa-l-marjaanudan marjan

Inti bacaan

Perumpamaan keindahan bernilai tinggi: 'seakan-akan mereka yakut dan marjan', penggunaan citra permata berharga untuk menggambarkan kualitas yang langka dan istimewa, bukan hal biasa yang mudah ditemukan.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini berbunyi (كَأَنَّهُنَّ الْيَاقُوتُ وَالْمَرْجَانُ, ka-annahunna l-yaaquutu wa-l-marjaanu), "seakan-akan mereka yakut dan marjan". Ayat ini terdiri dari tiga kata, dan ketiganya menyambung 55:56. Kata ganti -hunna, "mereka", menunjuk (قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ, qaashiraatu th-tharfi), yang menahan pandangannya, yang disebut dua ayat sebelumnya, di seberang refrain 55:57.

Kata ka-annahunna adalah gabungan (كَأَنَّ, ka-anna), "seakan-akan", dengan kata ganti jamak perempuan. Di seluruh Al-Qur'an bentuk ini hanya dipakai dua kali, di sini dan di 37:49, (كَأَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَكْنُونٌ, ka-annahunna baydhun maknuunun), "seakan-akan mereka telur yang tersimpan". Keduanya menyusul susunan yang sama. Ayat 37:48 menyebut qaashiraatu th-tharfi sebelum perumpamaan telur, dan 55:56 menyebutnya sebelum perumpamaan yakut dan marjan. Susunan ketiga, di 38:52, tidak disusul perumpamaan. Sifat yang sama, dengan begitu, diberi dua perumpamaan yang berbeda di dua surah, dan satu kali tidak diberi perumpamaan. Di surah ini ka-anna dipakai sekali, di ayat ini; tiga perumpamaan lain di surah ini memakai huruf ka- saja, seperti dicatat di 55:59.

Kata (الْيَاقُوتُ, l-yaaquutu) hanya dipakai di ayat ini di seluruh Al-Qur'an, dan korpus morfologi tidak memberinya akar. Terjemahan memakai "yakut", kata yang dalam bahasa Indonesia menamai sejenis batu permata. Al-Qur'an sendiri tidak memerinci warna atau wujudnya, sehingga yang bisa dipastikan dari teks hanyalah bahwa yakut disandingkan dengan marjan. Kata ini juga tidak disertai kata sifat, sehingga pembaca menerima namanya saja.

Kata (الْمَرْجَانُ, l-marjaanu) dipakai dua kali, di 55:22 dan di ayat ini. Di 55:22 marjan keluar dari dua laut bersama mutiara, (يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُ, yakhruju minhumaa al-lu'lu'u wa-l-marjaanu), "dari keduanya keluar mutiara dan marjan". Di ayat ini marjan menjadi bahan perumpamaan. Mutiara, pasangan marjan di 55:22, di surah lain dipakai sebagai perumpamaan untuk yang ada di taman: (كَأَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُونِ, ka-amtsaali l-lu'lu'i l-maknuuni), "laksana mutiara yang tersimpan" (56:23), untuk bidadari, dan di 52:24 serta 76:19 untuk para pelayan muda. Di surah ini marjan yang dipakai sebagai perumpamaan, disandingkan dengan yakut. Terjemahan menulis "marjan" di kedua ayatnya, dekat dengan bunyi Arabnya.

Terjemahan tidak menambahkan kata "permata". Di teks Arabnya kedua kata benda berdiri tanpa keterangan, seperti "mutiara dan marjan" di 55:22, sehingga terjemahannya "yakut dan marjan". Teks juga tidak menyebut sisi mana yang diserupakan: warna, kilau, kejernihan, atau nilainya.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan pasangan di taman, diumpamakan dengan yakut dan marjan. Susunan gambarannya bergerak dari sikap ke rupa. Di 55:56 disebut sikap mereka, pandangan yang ditahan, dan masa lalu mereka, tidak pernah dijamah. Sesudah refrain, di ayat ini, baru disebut sesuatu yang bisa dilihat mata, dan itu pun lewat perumpamaan.

Kata ka-anna, "seakan-akan", menyatakan kemiripan, dan ayat ini tidak menyebut dalam hal apa kemiripan itu. Di 37:49 sifat yang sama diumpamakan dengan telur yang tersimpan. Dua perumpamaan yang berbeda untuk sifat yang sama memperlihatkan bahwa tidak satu gambaran pun dimaksudkan untuk menampung seluruhnya. Pembaca diberi arah untuk membayangkan, dan kenyataannya tidak dirinci.

Bahan perumpamaannya diambil dari dunia yang dikenal pendengar. Marjan sudah disebut di 55:22 sebagai hasil dua laut, di bagian surah yang menghitung pemberian di bumi. Surah ini memakai sesuatu yang sudah diperkenalkan sebagai nikmat di dunia untuk menggambarkan nikmat di taman, sehingga pendengar membayangkan yang belum dilihatnya lewat yang sudah dikenalnya. Pendengar yang pernah melihat marjan atau mendengar tentangnya membawa pengetahuan itu ke ayat ini, dan pengetahuan tentang dunia menjadi pintu untuk memahami kabar tentang taman.

Renungan dan Hikmah

  • Semua yang bisa dibayangkan manusia tentang taman berada di bawah kata "seakan-akan". Pembaca yang mencoba membayangkan penghuni taman hanya punya bahan dari dunia: batu yang pernah dilihatnya, warna yang pernah dikenalnya. Allah memberi perumpamaan, dan perumpamaan hanya menunjuk ke arah kenyataannya. Bayangan yang paling indah pun masih berupa "seakan-akan", dan kenyataannya menunggu untuk dilihat sendiri oleh mereka yang sampai ke sana. Pembaca yang memperhatikan kata itu terjaga dari mengira sudah mengetahui seluruhnya.
  • Orang yang suatu hari melihat marjan, di laut atau di etalase toko, bisa teringat bahwa benda itu disebut dua kali dalam surah ini: sekali sebagai hasil laut yang diberikan kepada manusia, sekali sebagai pembanding bagi yang ada di taman. Dari laut, kata 35:12, manusia mengeluarkan perhiasan yang mereka pakai. Benda yang biasa dilihat di dunia bisa menjadi pengingat akan kabar dari Tuhannya, kalau pembacanya pernah memperhatikan ayat-ayat tempat benda itu disebut.
  • Mereka yang di 55:56 menahan pandangannya, di ayat ini diserupakan dengan benda yang biasa menarik pandangan orang. Batu permata dipajang supaya dilihat. Yang menahan pandangan dan yang menarik pandangan berkumpul pada diri yang sama. Keindahan di sini berjalan bersama pengendalian diri, dan surah ini menyebut keduanya berurutan, dipisahkan hanya oleh satu refrain. Di dunia keduanya sering berpisah, dan orang yang indah tidak selalu menjaga pandangannya.
  • Orang sering berselisih tentang gambaran mana yang benar, seolah satu gambaran harus menyingkirkan yang lain. Al-Qur'an memberi sifat yang sama dua perumpamaan yang sangat berbeda, telur yang tersimpan di 37:49 dan yakut serta marjan di sini, dan keduanya dibiarkan berdampingan tanpa yang satu membatalkan yang lain. Dua kabar dari Allah itu tidak disajikan sebagai dua pendapat yang harus dipilih salah satunya. Bagi pembaca yang terbiasa memperdebatkan rincian, susunan itu memperlihatkan bahwa dua perumpamaan yang berbeda bisa sama-sama menunjuk ke kenyataan yang satu.
  • Di dunia, yakut dan marjan dibeli, disimpan, dan dijaga karena mahal. Orang bisa menghabiskan banyak tenaga untuk memilikinya. Di ayat ini kedua benda itu tidak dijanjikan sebagai milik; keduanya hanya menjadi pembanding. Apakah benda yang dikejar orang di dunia masih bernilai sebesar itu kalau di taman ia hanya dipakai untuk membandingkan? Barang yang di bumi menjadi tujuan, di taman menjadi alat untuk membayangkan sesuatu yang lain, pemberian yang tidak perlu dibeli dan tidak perlu dijaga dari pencuri.
  • Ayat ini hanya tiga kata. Gambaran tentang yang menemani penghuni taman tidak dipanjang-panjangkan: satu sikap, satu keterangan tentang masa lalu, satu perumpamaan. Di dunia, pembicaraan tentang kecantikan bisa berlarut-larut dan kerap menjadi bahan perbandingan yang menyakitkan. Allah menyebutnya secukupnya, lalu bergerak ke pertanyaan dan ke kalimat tentang balasan kebaikan di 55:60. Keindahan disebut, tetapi tidak dijadikan pusat perhatian, dan pembaca yang biasa membandingkan rupanya dengan orang lain bisa belajar dari takaran itu.