فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan
Terjemahan per kata (4 kata)
- فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
- آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
- رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan
Inti bacaan
Refrein kedua puluh dua setelah perumpamaan permata: 'maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?', pengulangan yang terus mempertahankan ritme refleksi di tengah rangkaian gambaran keindahan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ, fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadzdzibaani), kemunculan kedua puluh dua dari refrain tetap surah ini, yang muncul berulang kali dan diterjemahkan sama persis setiap kemunculan demi konsistensi. Di pasangan taman pertama ini refrain ketujuh dari delapan, dan datang sesudah perumpamaan yakut dan marjan di 55:58. Bentuk dual pada rabbikumaa, "Tuhan kalian berdua", tetap menyapa jin dan manusia bersama.
Surah ini memakai huruf perumpamaan (كَ, ka-), "seperti", di empat ayat. Di 55:14 tanah kering bahan manusia diserupakan dengan tembikar, (كَالْفَخَّارِ, ka-l-fakhkhaari). Di 55:24 kapal-kapal di laut diserupakan dengan gunung-gunung, (كَالْأَعْلَامِ, ka-l-a'laami). Di 55:37 langit yang terbelah menjadi merah (كَالدِّهَانِ, ka-d-dihaani), "seperti minyak". Di 55:58 yang menahan pandangannya diserupakan dengan yakut dan marjan, lewat (كَأَنَّهُنَّ, ka-annahunna). Perumpamaan di ayat sebelumnya adalah yang keempat dan terakhir. Terjemahan menulis "seperti" di 55:14 dan 55:37, "laksana" di 55:24, dan "seakan-akan" untuk ka-anna di 55:58. Tiga kata Indonesia itu mewakili dua bentuk Arab saja. Ka- di 55:14, 55:24, dan 55:37 adalah huruf yang sama, sehingga beda antara "seperti" dan "laksana" ada di terjemahan, tidak di teks Arab. Ka-anna di 55:58 adalah bentuk yang berbeda.
Setiap perumpamaan itu disusul refrain dalam jarak dekat. Sesudah 55:14 refrain datang di 55:16, karena 55:15 masih melanjutkan penciptaan jin. Sesudah 55:24 refrain datang langsung di 55:25, sesudah 55:37 di 55:38, dan sesudah 55:58 di ayat ini, sehingga tiga dari empat perumpamaan langsung disusul refrain di ayat berikutnya. Keempat perumpamaan tersebar di bagian-bagian surah yang berbeda: dua di bagian tentang ciptaan dan pemberian di dunia, satu di bagian peringatan, dan satu di bagian taman.
Bentuk perumpamaan yang terakhir berbeda dari tiga yang sebelumnya. Tiga yang pertama memakai ka- di depan kata benda, dan yang diserupakan disebut dalam ayat yang sama: tanah kering, kapal-kapal, langit. Yang keempat memakai ka-anna dengan kata ganti, "seakan-akan mereka", dan yang diserupakan hanya ditunjuk lewat kata ganti itu. Rujukannya ada di 55:56, di seberang refrain 55:57, sehingga gambaran tentang mereka membentang di tiga ayat dengan refrain di tengahnya. Kata ganti di ujung ka-annahunna merujuk ke pihak yang sama dengan kata ganti di ujung (يَطْمِثْهُنَّ, yathmitshunna), "menjamah mereka", di 55:56.
Sesudah refrain ini, pasangan taman pertama tinggal dua ayat: 55:60, yang bertanya tentang balasan kebaikan, dan refrain penutupnya di 55:61.
Tafsiran
Ayat ini mengulang refrain setelah perumpamaan yakut dan marjan, perumpamaan keempat dan terakhir di surah ini. Dua perumpamaan pertama menggambarkan hal di dunia, asal manusia (55:14) dan kapal di laut (55:24). Dua yang terakhir menggambarkan hal yang belum terjadi, langit yang terbelah (55:37) dan yang menemani penghuni taman (55:56 dan 55:58). Keempatnya memakai bahan yang sama jenisnya, benda yang bisa dilihat dan dipegang di bumi.
Perumpamaan pertama surah ini menyerupakan tanah kering bahan manusia dengan tembikar, dan perumpamaan terakhirnya menyerupakan yang menemani penghuni taman dengan yakut dan marjan. Di antara keduanya terbentang perjalanan dari tanah kering ke taman, dan setiap perumpamaan di sepanjang jalan itu disusul pertanyaan yang sama. Perjalanan itu juga perjalanan pendengar sendiri, yang dibuat dari tanah dan diajak membayangkan taman.
Pertanyaan ini diajukan kepada pendengar yang hanya bisa membayangkan taman lewat benda-benda dunia. Benda-benda yang dipinjam untuk membayangkan itu termasuk nikmat yang ditanyakan: marjan yang keluar dari laut (55:22), gunung yang menjadi pembanding kapal, tanah yang dibentuk menjadi tembikar. Pendengar ditanya tentang nikmat Tuhannya dengan memakai nikmat-nikmat itu juga sebagai bahasa.
Renungan dan Hikmah
- Orang yang tahu asalnya dari tanah kering mudah merasa kecil, dan orang yang berhasil mudah lupa pada asal itu. Surah ini menyebut asal manusia dan janji taman dalam satu rangkaian perumpamaan, dari tembikar sampai yakut dan marjan. Apakah jarak antara tanah liat dan taman itu ditempuh manusia dengan kekuatannya sendiri? Refrain yang menyusul setiap perumpamaan menjawabnya dengan menyebut semuanya sebagai nikmat Tuhan kalian berdua, sehingga asal yang rendah tidak menjadi alasan untuk putus asa.
- Tembikar, gunung, dan minyak adalah benda yang dikenal orang sehari-hari, dan yakut serta marjan dikenal sebagai benda berharga. Allah memakai semuanya sebagai bahan perumpamaan, yang murah maupun yang mahal. Benda di sekitar pembaca, termasuk yang dianggap remeh, bisa menjadi jalan untuk memahami kabar-Nya. Periuk tanah di dapur dan batu di perhiasan sama-sama dipakai Al-Qur'an untuk menjelaskan sesuatu yang lebih besar dari dirinya, dan tembikar yang disebut di awal surah sama layaknya dengan yakut untuk menjadi bahan perumpamaan.
- Setiap perumpamaan meminta pembaca membayangkan: tanah yang seperti tembikar, kapal yang seperti gunung, langit yang merah seperti minyak. Sesudah pembaca membayangkan, refrain bertanya. Pertanyaan tentang nikmat datang kepada orang yang baru saja memakai daya bayangnya, dan daya bayang itu sendiri termasuk pemberian Tuhannya. Kemampuan memahami perumpamaan jarang disadari sebagai sesuatu yang diberikan, karena kemampuan itu bekerja tanpa diminta setiap kali seseorang membaca atau mendengar.
- Gambaran tentang taman tidak lengkap, dan pembaca tidak tahu sisi mana yang diserupakan. Pertanyaan tetap diajukan ketika gambaran itu belum lengkap. Pendengar tidak diminta menunggu sampai melihat sendiri sebelum mengakui nikmat Tuhannya. Pengakuan yang diminta di sini bersandar pada perumpamaan, dengan segala batasnya, dan batas itu tidak menjadi alasan untuk menunda pengakuan sampai semuanya jelas. Refrain ini datang langsung sesudah perumpamaan, sebelum keterangan lain tentang taman diberikan.
- Langit yang terbelah dan menjadi merah seperti minyak adalah bagian dari kabar tentang hari yang menakutkan. Yakut dan marjan adalah bagian dari kabar tentang taman. Dua kabar yang berlawanan digambarkan dengan cara yang sama, lewat benda yang dikenal pendengar. Allah menyampaikan peringatan dan janji dengan bahasa yang sama dekatnya, sehingga pendengar tidak bisa beralasan bahwa yang satu terlalu kabur untuk dipahami sementara yang lain terang.
- Refrain ini yang ketujuh dari delapan di pasangan taman pertama. Sesudahnya, 55:60 bertanya tentang balasan kebaikan. Gambaran taman yang panjang, dari dahan sampai perumpamaan yakut dan marjan, akan ditutup dengan satu kalimat tentang ukuran. Pembaca yang baru saja membayangkan keindahan itu diingatkan, dua ayat kemudian, bahwa semuanya balasan, dan bahwa Dia menyebut apa yang dibalas sebelum pasangan taman kedua dibuka.