فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
  2. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
  2. آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
  3. رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
  4. تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan

Inti bacaan

Refrein ke-30 menyusul 55:74, dan pasangan dua ayat itu mengulang utuh separuh akhir 55:56 berikut 55:57. Di pasangan pertama lukisannya masih tentang para pendamping (55:58), sedangkan di sini lukisannya bergeser ke muttaki'iina (55:76).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini berbunyi (فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ, fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadzdzibaani), kemunculan ketiga puluh dari refrain tetap surah ini, dan yang ketujuh dari delapan refrain di pasangan taman kedua. Refrain ini datang sesudah (لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ, lam yathmitshunna insun qablahum), "mereka tidak pernah dijamah oleh manusia sebelum mereka" (55:74).

Dua ayat berurutan ini, 55:74 dan refrainnya, sama kata demi kata dengan separuh akhir 55:56 dan refrain sesudahnya, 55:57. Terjemahannya pun hampir tidak berbeda. Ayat 55:56 ditutup dengan "yang tidak pernah dijamah oleh manusia sebelum mereka dan tidak jin", dan 55:74 berbunyi "Mereka tidak pernah dijamah oleh manusia sebelum mereka dan tidak jin", sehingga pembaca terjemahan juga bisa mengenali pengulangan itu.

Kelanjutan kedua rangkaian itu berbeda. Sesudah 55:57, gambaran masih membicarakan mereka yang menemani penghuni taman: (كَأَنَّهُنَّ الْيَاقُوتُ وَالْمَرْجَانُ, ka-annahunna l-yaaquutu wa-l-marjaanu), "seakan-akan mereka yakut dan marjan" (55:58), dengan kata ganti jamak perempuan yang menunjuk mereka. Sesudah ayat ini, gambaran beralih kepada penghuni taman: (مُتَّكِئِينَ, muttaki'iina), "mereka bersandar" (55:76), kata berbentuk jamak laki-laki. Surah ini tidak lagi menyebut mereka yang menemani penghuni taman sesudah ayat ini. Karena itu refrain ini menutup bagian tentang mereka di pasangan kedua, dan juga di seluruh surah.

Letak refrain ini bisa dibandingkan dengan 55:55. Di pasangan pertama, refrain 55:55 terletak di antara tempat bersandar (55:54) dan mereka yang menemani penghuni taman (55:56). Di pasangan kedua, refrain ini terletak di antara dua bagian yang sama dengan arah sebaliknya, dari yang menemani (55:74) ke tempat bersandar (55:76). Urutan terbalik itu sudah dicatat di 55:62 dan 55:71. Di ayat ini titik baliknya terlihat, karena kedua bagian itu berada tepat sebelum dan sesudah satu refrain.

Dari 55:70 sampai ayat ini, bagian tentang mereka yang menemani penghuni taman memakai tiga ayat gambaran dan tiga refrain, seperti dihitung di 55:71, dan ayat ini refrain ketiga dari tiga itu. Di pasangan pertama bagian yang sama memakai dua ayat gambaran, 55:56 dan 55:58, dengan dua refrain, 55:57 dan 55:59.

Refrain tetap surah ini muncul berulang kali dengan kata rabbikumaa, bentuk dual yang berarti "Tuhan kalian berdua", dan menyapa jin dan manusia bersama. Di ayat ini sapaan itu datang tepat sesudah 55:74 menyebut kedua golongan itu dengan kata (إِنْسٌ, insun) dan (جَانٌّ, jaannun), seperti 55:39 dan 55:56, dan hubungan ketiga ayat itu dengan refrain sudah dicatat di 55:57.

Refrain ini diterjemahkan sama di setiap kemunculan demi konsistensi, seperti dicatat di 55:13. Keseragaman itu membuat pasangan ayat 55:74-75 terbaca sebagai ulangan dari 55:56-57, dan perbedaan kelanjutannya baru terlihat di ayat berikutnya.

Tafsiran

Ayat ini mengulang refrain setelah kalimat yang juga diulang dari pasangan pertama. Pendengar yang mengingat 55:56-57 mendengar dua ayat yang sudah dikenalnya: kalimat bahwa mereka yang menemani penghuni taman tidak pernah dijamah, lalu pertanyaan tentang nikmat. Pengulangan itu menyambungkan kedua pasangan taman. Apa yang dikatakan tentang mereka yang menemani penghuni taman pertama dikatakan juga, dengan kata yang sama, tentang mereka yang menemani penghuni taman kedua, walaupun taman kedua disebut "selain keduanya" di 55:62.

Sesudah pengulangan itu, jalannya berbeda. Di pasangan pertama gambaran masih tinggal pada mereka dan menyamakan mereka dengan yakut dan marjan. Di pasangan kedua gambaran berpindah kepada penghuni taman yang bersandar, dan surah tidak kembali lagi kepada yang menemani mereka. Refrain ini terletak di titik perpindahan itu, sehingga pertanyaan tentang nikmat diajukan sekali lagi sebelum pendengar dibawa kepada gambaran terakhir.

Refrain ini juga menutup urutan yang di pasangan kedua dibalik. Di pasangan pertama tempat bersandar disebut lebih dulu, lalu yang menemani, dengan refrain 55:55 di antaranya. Di pasangan kedua yang menemani disebut lebih dulu, lalu tempat bersandar, dengan refrain ini di antaranya. Kalimat kedua refrain itu sama, dan letaknya berseberangan. Di kedua pasangan, pertanyaan tentang nikmat terletak di antara dua bagian yang sama, apa pun urutan kedua bagian itu.

Renungan dan Hikmah

  • Allah mengulang dua ayat dari pasangan taman pertama tanpa mengubah katanya, dengan jarak delapan belas ayat. Pengulangan itu baru terasa oleh pembaca yang masih mengingat 55:56 ketika sampai di 55:74. Kita sering membaca Al-Qur'an sepotong-sepotong, beberapa ayat sekali duduk, sehingga ulangan semacam ini lewat tanpa dikenali. Membaca satu surah dari awal sampai akhir memberi kesempatan untuk mengenali kalimat yang pernah didengar, lalu melihat ke mana kalimat itu dibawa kali ini.
  • Dua ayat yang sama di dua tempat membawa ke arah yang berbeda. Sesudah 55:57 gambaran berlanjut ke yakut dan marjan, dan sesudah ayat ini gambaran berpindah kepada orang-orang yang bersandar. Dalam hidup, nasihat yang sama sering kita dengar dua kali di masa yang berbeda, dan pada kali kedua nasihat itu membawa kita ke tempat lain. Di surah ini, refrain yang sama di 55:57 dan di ayat ini membawa pendengar ke dua gambaran yang berbeda, dan ayat Tuhan yang sudah kita hafal pun bisa membawa kita ke pemahaman lain ketika dibaca lagi di masa hidup yang berbeda.
  • Refrain ini pertanyaan terakhir surah ini tentang mereka yang menemani penghuni taman, sebab sesudahnya mereka tidak disebut lagi. Dalam hidup, perhatian kita juga berpindah dari urusan ke urusan, dan orang-orang yang menemani kita sering tertinggal di belakang ketika urusan baru datang. Apa yang terakhir kali kita syukuri kepada Tuhan tentang orang-orang terdekat kita, sebelum urusan berikutnya menyita perhatian kita?
  • Di pasangan pertama tempat bersandar disebut sebelum yang menemani, di pasangan kedua sesudahnya, dan di kedua pasangan refrain yang sama terletak di antaranya. Pemberian Tuhan juga datang kepada manusia dengan urutan yang tidak bisa diatur. Ada orang yang lebih dulu mendapat kelapangan lalu teman hidup, dan ada yang lebih dulu mendapat teman lalu kelapangan. Kita mudah menganggap urutan yang kita alami sebagai ukuran, padahal pertanyaan tentang nikmat sama bagi keduanya.
  • Taman kedua disebut "selain keduanya" (55:62), dan pembaca mungkin mengira segala isinya lebih rendah. Tentang mereka yang menemani penghuninya, Allah memakai kalimat yang sama dengan taman pertama, tanpa ada kata yang dikurangi. Orang yang merasa berada di barisan kedua, di keluarga, di tempat kerja, atau di hadapan Tuhannya, sering menyangka seluruh bagiannya ikut berkurang. Susunan ini memperlihatkan bahwa sebagian pemberian diberikan dengan ukuran yang sama kepada barisan pertama dan barisan kedua.
  • Pemberian yang digambarkan di 55:56 sudah ditanyakan di 55:57, lalu ditanyakan lagi di ayat ini dengan kata yang sama. Kita biasanya mensyukuri pemberian yang baru datang, sedangkan pemberian lama dianggap sudah beres disyukuri sekali. Allah menanyakan pemberian yang sama dua kali, dan cara itu mengingatkan bahwa nikmat yang sudah lama kita terima masih bisa didustakan hari ini, misalnya ketika kita berhenti menganggapnya pemberian.