فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka, nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَاfa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaamaka, nikmat Tuhan kalian yang manakah
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaaniyang kalian berdua dustakan
Terjemahan per kata (4 kata)
- فَبِأَيِّfa-bi-ayyimaka nikmat yang manakah
- آلَاءِaalaa'inikmat-nikmat
- رَبِّكُمَاrabbikumaaTuhan kalian berdua
- تُكَذِّبَانِtukadzdzibaanikalian berdua dustakan
Inti bacaan
Refrein ke-31 sekaligus pamungkas, dengan rabbikumaa yang tak pernah keluar dari kalimat refrein. Surah ke-77 mengakhiri lima puluh ayatnya dengan fa-bi-ayyi (77:50), sedangkan Ar-Rahman menaruh fa-bi-ayyi terakhirnya satu ayat sebelum penutup.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbunyi (فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ, fa-bi-ayyi aalaa'i rabbikumaa tukadzdzibaani), kemunculan ketiga puluh satu dari refrain tetap surah ini, dan yang kedelapan dari delapan refrain di pasangan taman kedua. Refrain ini datang sesudah gambaran terakhir surah, (مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ رَفْرَفٍ خُضْرٍ, muttaki'iina 'alaa rafrafin khudhrin), "mereka bersandar di atas bantal-bantal hijau" (55:76).
Refrain tetap surah ini muncul berulang kali dengan kata rabbikumaa, bentuk dual yang berarti "Tuhan kalian berdua", dan menyapa jin dan manusia bersama. Ini kemunculan terakhir refrain di surah ini. Kata (رَبِّكُمَا, rabbikumaa) tidak dipakai di luar refrain, sehingga ketiga puluh satu kemunculannya berada di dalam kalimat yang sama. Di luar refrain, kata "Tuhan" dipakai lima kali di surah ini: dua kali tanpa akhiran di 55:17, (رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ, rabbu l-masyriqayni wa-rabbu l-maghribayni), "Tuhan dua timur dan Tuhan dua barat", sekali dengan akhiran orang ketiga di 55:46, (مَقَامَ رَبِّهِ, maqaama rabbihi), "kedudukan Tuhannya", dan dua kali dengan akhiran tunggal orang kedua, di 55:27 dan 55:78. Sesudah ayat ini, sebutan "Tuhan kalian berdua" tidak terdengar lagi, dan ayat berikutnya memakai "Tuhanmu", seperti dicatat di 55:55.
Pertanyaan yang dibuka dengan (فَبِأَيِّ, fa-bi-ayyi), "maka yang manakah", dipakai juga di luar surah ini, di 7:185, 45:6, 53:55, dan 77:50, seperti dicatat di 55:25. Di antara keempatnya, 77:50 berada di akhir surahnya. Surah ke-77, yang terdiri dari lima puluh ayat, ditutup dengan pertanyaan (فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ, fa-bi-ayyi hadiitsin ba'dahu yu'minuuna), "maka dengan tuturan apa setelahnya mereka akan beriman?". Surah ini tidak ditutup dengan pertanyaan. Pertanyaan terakhirnya berada di ayat ini, dan sesudahnya masih ada satu ayat berupa pernyataan.
Kedua surah itu juga punya refrain dari akar yang sama, ك-ذ-ب. Refrain surah ke-77, (وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ, waylun yawma'idzin li-l-mukadzdzibiina), "celakalah pada hari itu bagi para pendusta", muncul sepuluh kali, dari 77:15 sampai 77:49, dan membicarakan para pendusta sebagai pihak ketiga. Refrain surah ini muncul tiga puluh satu kali dan menyapa pendengarnya langsung dengan kata kerja (تُكَذِّبَانِ, tukadzdzibaani), "kalian berdua dustakan", dalam bentuk pertanyaan.
Dari 55:13 sampai ayat ini ada enam puluh lima ayat, dan refrain mengisi tiga puluh satu di antaranya. Sebelum refrain pertama ada dua belas ayat, dan sesudah refrain terakhir ada satu ayat. Tiga refrain sebelum ayat ini, 55:71, 55:73, dan 55:75, menyusul gambaran tentang mereka yang menemani penghuni taman, sedangkan refrain terakhir ini menyusul gambaran penghuni taman di tempat bersandarnya.
Refrain ini diterjemahkan sama di setiap kemunculan demi konsistensi, seperti dicatat di 55:13, sehingga pembaca terjemahan bisa menghitung sendiri ketiga puluh satu kemunculannya.
Tafsiran
Ayat ini menjadi kemunculan refrain terakhir dalam surah, dan menutup seluruh rangkaian anugerah yang disebutkan. Sejak 55:13, setiap bagian gambaran disusul pertanyaan yang sama, dan di ayat ini pertanyaan itu diajukan untuk terakhir kalinya. Kata (آلَاءِ, aalaa'i), "nikmat-nikmat", berbentuk jamak, dan pada kemunculan terakhir ini seluruh nikmat yang disebut surah ini sudah terkumpul, dari pengajaran Al-Qur'an di 55:2 sampai tempat bersandar di 55:76.
Sesudah pertanyaan terakhir, surah beralih kepada pernyataan tentang nama Tuhan, dan jawaban jin dan manusia tidak dicatat. Pertanyaan itu diserahkan kepada pendengarnya. Surah ke-77 berhenti pada pertanyaan tentang orang-orang yang tidak beriman, sedangkan surah ini berhenti pada kalimat tentang siapa Tuhan yang memberi semua nikmat itu.
Perbedaan sapaan kedua refrain itu, yang diuraikan di penjelasan, sejalan dengan cara surah ini berakhir. Di surah ini, sampai pertanyaan terakhir, kedua golongan yang ditanya diperlakukan sebagai pihak yang masih bisa menjawab.
Daftar yang ditanyakan itu juga tidak terdiri dari taman saja. Refrain yang sama menyusul nyala api dan cairan tembaga di 55:35, dan Jahanam beserta air mendidih di 55:43-44. Karena itu pertanyaan terakhir ini diajukan kepada pendengar yang sudah mendengar peringatan itu, di samping gambaran taman yang datang sesudahnya.
Renungan dan Hikmah
- Surah ini tidak memuat jawaban jin dan manusia atas pertanyaan terakhirnya. Sesudah ayat ini, Allah tidak menunggu jawaban di dalam surah, dan langsung menyebut nama-Nya yang berkah. Jawabannya diserahkan kepada setiap pendengar, dan dijawab lewat cara pendengar itu menjalani hari-harinya sesudah selesai membaca. Kalau pertanyaan ini diajukan kepada kita sekarang, sesudah semua nikmat itu disebut, nikmat mana yang paling sering kita dustakan dengan cara kita hidup?
- Kata nikmat di refrain berbentuk jamak, dan pada kemunculan terakhir ini seluruh daftar sudah disebut, dari pengajaran Al-Qur'an sampai tempat bersandar di taman. Pertanyaan yang sama diajukan atas seluruh daftar itu. Kita biasanya mensyukuri pemberian satu per satu ketika pemberian itu datang. Sesekali, melihat seluruh pemberian Tuhan sekaligus, dari yang paling awal sampai yang terbaru, memperlihatkan betapa panjang daftar yang selama ini kita terima tanpa dihitung.
- Surah ke-77 ditutup dengan pertanyaan tentang orang-orang yang tidak juga beriman, dan surah ini ditutup dengan pernyataan tentang nama Tuhan. Pendengar surah ini tidak ditinggalkan dengan pertanyaan terakhir, dan mendengar kalimat tentang siapa Dia. Sesudah banyak pertanyaan tentang hidup kita sendiri, pegangan yang tersisa di ujung sering berupa pengetahuan tentang Tuhan yang kita hadapi, dan pengetahuan itu yang menenangkan.
- Refrain surah ke-77 dan refrain surah ini sama-sama memakai akar kata "mendustakan". Refrain surah ke-77 berkata "celakalah para pendusta", dan refrain surah ini bertanya "nikmat mana yang kalian dustakan". Allah memberi pendengar surah ini tiga puluh satu kesempatan untuk memeriksa dirinya, dan dalam refrain itu mereka tidak pernah disebut pendusta. Ketika kita menegur orang lain, kita sering langsung memberi sebutan; susunan ini memperlihatkan cara lain, yaitu bertanya dan memberi kesempatan menjawab.
- Dalam ketiga puluh satu refrain, nikmat tidak pernah disebut sendirian, dan selalu disebut sebagai "nikmat Tuhan kalian berdua". Setiap kali pendengar ditanya tentang pemberian, nama Pemberinya ikut terdengar. Kita mudah menghitung apa yang kita miliki tanpa menyebut dari mana semua itu datang. Dengan susunan refrain ini, pemberian dan Pemberinya selalu disebut bersama, sampai kemunculan yang terakhir. Kebiasaan menyebut Pemberi setiap kali menerima sesuatu bisa dimulai dari hal sekecil segelas air.
- Refrain pertama, 55:13, datang sesudah biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya di 55:12, dan refrain terakhir datang sesudah bantal-bantal hijau di taman. Pertanyaan yang sama berlaku untuk makanan sehari-hari di bumi dan untuk kenyamanan yang dijanjikan di taman. Kita cenderung menganggap makanan sehari-hari biasa saja dan lebih mengagumi janji yang jauh. Tuhan menanyakan keduanya dengan kalimat yang sama. Nasi yang kita makan hari ini termasuk pemberian yang ditanyakan refrain itu.