وَكَانُوا يُصِرُّونَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيمِ

Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang agung.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَكَانُوا يُصِرُّونَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيمِwa-kaanuu yusirruuna alaa l-hintsi l-azhiimidan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang agung
Aplikasi

Identifikasi pola perilaku bermasalah: 'mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang agung', kata 'terus-menerus' menegaskan bahwa masalahnya bukan kesalahan sesekali, melainkan pola berulang yang dipertahankan secara sadar, perbedaan penting antara kekhilafan manusiawi dan kebiasaan buruk yang dipelihara.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (takrif diterjemahkan 'Sang Agung'; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. Akar akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.