وَلَوْلَا أَنْ كَتَبَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَلَاءَ لَعَذَّبَهُمْ فِي الدُّنْيَا ۖ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابُ النَّارِ
Dan sekiranya Allah tidak menetapkan pengusiran atas mereka, niscaya Dia mengazab mereka di dunia; dan bagi mereka di akhirat azab api.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَلَوْلَا أَنْ كَتَبَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَلَاءَwa-lawlaa an kataba llaahu alayhimu l-jalaa'adan sekiranya Allah tidak menetapkan pengusiran atas mereka
- لَعَذَّبَهُمْ فِي الدُّنْيَاla-adzdzabahum fii d-dunyaaniscaya Dia mengazab mereka di dunia
- وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابُ النَّارِwa-lahum fii l-aakhirati adzaabu n-naaridan bagi mereka di akhirat azab api
Aplikasi
Prinsip proporsionalitas konsekuensi: 'sekiranya Allah tidak menetapkan pengusiran atas mereka, niscaya Dia mengazab mereka di dunia', pengakuan bahwa hukuman yang tampak berat (pengusiran) sesungguhnya merupakan bentuk keringanan dibanding alternatif yang lebih keras, perspektif yang membantu memahami konsekuensi sulit sebagai bagian dari kebijaksanaan yang lebih besar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-t-b, a-l-h, j-l-w, '-dz-b, d-n-w, a-kh-r, n-w-r): kataba llaah…al-jalaa' diterjemahkan 'menetapkan pengusiran' (akar k-t-b + akar j-l-w); la'adhdhabahum fii d-dunyaa diterjemahkan 'mengazab di dunia' (akar '-dz-b). Selaras.