مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ ۚ وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Apa yang dianugerahkan Allah kepada Rasul-Nya dari penduduk beberapa negeri adalah untuk Allah, Rasul, kerabat, anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan, agar harta itu tidak hanya beredar di antara orang-orang berkecukupan di antara kalian. Apa yang diberikan Rasul kepada kalian, terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagi kalian, tinggalkanlah. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah keras hukuman-Nya.

Terjemahan bertahap (7 jeda)
  1. مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَىٰmaa afaa'a llaahu alaa rasuulihi min ahli l-quraaapa yang dianugerahkan Allah kepada Rasul-Nya dari penduduk beberapa negeri
  2. فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِfa-lillaahi wa-li-r-rasuuli wa-li-dzii l-qurbaa wa-l-yataamaa wa-l-masaakiini wa-bni s-sabiiliadalah untuk Allah, Rasul, kerabat, anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan
  3. كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْkay laa yakuuna duulatan bayna l-aghniyaa'i minkumagar harta itu tidak hanya beredar di antara orang-orang berkecukupan di antara kalian
  4. وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُwa-maa aataakumu r-rasuulu fa-khudzuuhuapa yang diberikan Rasul kepada kalian, terimalah
  5. وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُواwa-maa nahaakum anhu fa-ntahuudan apa yang dilarangnya bagi kalian, tinggalkanlah
  6. وَاتَّقُوا اللَّهَwa-ttaquu llaahabertakwalah kepada Allah
  7. إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِinna llaaha shadiidu l-iqaabisesungguhnya Allah keras hukuman-Nya
Aplikasi

Prinsip distribusi ekonomi yang eksplisit: 'agar harta itu tidak hanya beredar di antara orang-orang berkecukupan saja di antara kalian', pernyataan kebijakan ekonomi yang secara langsung menentang konsentrasi kekayaan, dasar bagi sistem distribusi yang memperhatikan kelompok rentan (kerabat, yatim, miskin, musafir) sebagai prioritas eksplisit, bukan sekadar sisa setelah kepentingan yang berkecukupan terpenuhi.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

duwlatan bayna l-AGHNIYAa' diterjemahkan 'orang-orang berkecukupan' (manusia, lema sama); 2MP diterjemahkan kalian. Konvensi gny: ghaniyy diterjemahkan 'berkecukupan' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berkecukupan'); ghaniyy an diterjemahkan 'tidak memerlukan' (cabang preposisional); verba/istaghnaa/mughnuun pemakaian diteruskan (terjemahan lain konsisten; sub-putusan di PENDING). Antonim internal: faqiir (35:15, 47:38, 3:181), fqr belum dibedah, 'fakir/miskin' interim. 'cukup' polos = wilayah k-f-y ('Cukuplah Allah' 27 ayat), beda bentuk dgn 'berkecukupan', didokumentasi. al-Ghaniyy (glos ilahi) = 'The Self-sufficient; He who has NO NEED of any one in any thing'; al-Mughnii = 'He who satisfies whom He will'. aghnaa an = idiom 'mencukupi/menghindarkan dari' (laa yughnii = 'tidak berguna/menolong').