يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka, sedangkan Allah menyempurnakan cahaya-Nya, sekalipun orang-orang kafir membenci.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْyuriiduuna li-yutfi'uu nuura llaahi bi-afwaahihimmereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka
  2. وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَwa-llaahu mutimmu nuurihi wa-law kariha l-kaafiruunasedangkan Allah menyempurnakan cahaya-Nya, sekalipun orang-orang kafir membenci
Aplikasi

Kepastian kegagalan upaya memadamkan kebenaran: 'mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka, sedang Allah menyempurnakan cahaya-Nya', jaminan bahwa upaya menghalangi kebenaran melalui retorika semata tidak akan berhasil melawan kekuatan yang jauh lebih besar, dasar keyakinan bagi yang menghadapi kampanye penyangkalan terhadap kebenaran yang diyakininya.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-w-d, t-f-a, n-w-r, a-l-h, f-w-h, t-m-m, k-r-h, k-f-r): yuriiduuna li-yutfi'uu nuur allaah bi-afwaahihim diterjemahkan 'hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut' (akar t-f-' + akar n-w-r + akar f-w-h, kesia-siaan menentang kebenaran, cf. 9:32); mutimm nuurihi diterjemahkan 'menyempurnakan cahaya-Nya' (akar t-m-m). gloss '(agama)' dibuang.