ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

Itulah karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memiliki karunia yang agung.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُdzaalika fadlu llaahi yu'tiihi man yashaa'uitulah karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki
  2. وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِwa-llaahu dzuu l-fadli l-azhiimidan Allah memiliki karunia yang agung
Aplikasi

Sumber tunggal karunia: 'itulah karunia Allah yang dianugerahkan kepada siapa yang Dia kehendaki', pengingat bahwa kesempatan menerima petunjuk bukan hasil usaha atau hak yang diklaim, melainkan anugerah yang layak disyukuri bukan dianggap sebagai hak otomatis.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (takrif diterjemahkan 'Sang Agung'; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. Akar akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.