لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ ۖ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ ۚ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَا آتَاهَا ۚ سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا
Hendaklah orang yang lapang memberi nafkah dari kelapangannya, dan orang yang disempitkan rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari apa yang dianugerahkan Allah kepadanya. Allah tidak membebani seseorang melainkan dengan apa yang dianugerahkan-Nya kepadanya. Allah kelak akan menganugerahkan kelapangan setelah kesempitan.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِli-yunfiq dzuu sa'atin min sa'atihihendaklah orang yang lapang memberi nafkah dari kelapangannya
- وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُwa-man qudira alayhi rizquhu fa-l-yunfiq mimmaa aataahu llaahudan orang yang disempitkan rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari apa yang dianugerahkan Allah kepadanya
- لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَا آتَاهَاlaa yukallifu llaahu nafsan illaa maa aataahaaAllah tidak membebani seseorang melainkan dengan apa yang dianugerahkan-Nya kepadanya
- سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًاsa-yaj'alu llaahu ba'da usrin yusranAllah kelak akan menganugerahkan kelapangan setelah kesempitan
Aplikasi
Prinsip proporsionalitas kewajiban finansial: 'hendaklah orang yang lapang (rezekinya) memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang disempitkan rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari apa yang dianugerahkan Allah kepadanya. Allah tidak membebani kepada seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang dianugerahkan', keadilan yang disesuaikan kapasitas individu, ditutup janji harapan 'Allah kelak akan menganugerahkan kelapangan setelah kesempitan' bagi yang sedang menghadapi keterbatasan finansial.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
qdr per konvensi; per kelas morfologi corpus; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi qdr: qadiir diterjemahkan 'berkuasa'; qaadir diterjemahkan 'kuasa' (75:40/86:8 terjemahan lain jujur); muqtadir diterjemahkan 'berkuasa penuh'; qadar diterjemahkan kadar/ketentuan/ukuran; Lailatulqadar=nama; cabang ukur-sempit pemakaian diteruskan.