وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ

Mereka juga berkata, “Andaikan dahulu kami mendengarkan atau memikirkan, tentulah kami tidak termasuk di antara para penghuni api yang menyala-nyala.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِwa-qaaluu law kunnaa nasma'u aw na'qilu maa kunnaa fii ashaabi s-sa'iirimereka juga berkata, 'andaikan dahulu kami mendengarkan atau memikirkan, tentulah kami tidak termasuk di antara para penghuni api yang menyala-nyala'
Aplikasi

Penyesalan tentang kegagalan mendengar dan berpikir: 'andaikan dahulu kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), tentulah kami tidak termasuk ke dalam (golongan) para penghuni (neraka)', pengakuan bahwa kombinasi mendengar (menerima informasi) dan berpikir (memproses secara mendalam) adalah dua langkah yang keduanya diperlukan, kegagalan pada salah satunya sudah cukup membawa konsekuensi serius.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.