أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ

Apakah patut Kami memperlakukan orang-orang yang berserah diri seperti orang-orang yang pendurhaka?

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَa-fa-naj'alu l-muslimiina ka-l-mujrimiinaapakah patut Kami memperlakukan orang-orang yang berserah diri seperti orang-orang yang pendurhaka
Aplikasi

Pertanyaan retoris tentang keadilan: 'apakah patut Kami memperlakukan orang-orang yang berserah diri seperti orang-orang yang pendurhaka?', penegasan logis bahwa keadilan menuntut perbedaan perlakuan berdasarkan perbedaan pilihan hidup, bukan penyamarataan yang mengabaikan konsekuensi moral.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain merender s-l-m di sini via 'Islam'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN -2). PASS: retrofit kau/engkau/kalian menyusul. Akar akar s-l-m (slm), cabang KEBERSERAHAN (aslama/islaam/muslim/mustaslim). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini (Pak FD 2026-07-15): islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'. Lih. Versi lama catatan ini keliru di kedua titik itu;).