قَالَ نُوحٌ رَبِّ إِنَّهُمْ عَصَوْنِي وَاتَّبَعُوا مَنْ لَمْ يَزِدْهُ مَالُهُ وَوَلَدُهُ إِلَّا خَسَارًا
Nuh berkata, “Tuhanku, sesungguhnya mereka mendurhakaiku dan mengikuti orang yang harta dan anaknya tidak menambah baginya selain kerugian,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قَالَ نُوحٌ رَبِّ إِنَّهُمْ عَصَوْنِي وَاتَّبَعُوا مَنْ لَمْ يَزِدْهُ مَالُهُ وَوَلَدُهُ إِلَّا خَسَارًاqaala nuuhun rabbi innahum asawnii wa-ttaba'uu man lam yazidzu maaluhu wa-waladuhu illaa khasaaranNuh berkata, 'Tuhanku, sesungguhnya mereka mendurhakaiku dan mengikuti orang yang harta dan anaknya tidak menambah baginya selain kerugian'
Aplikasi
Diagnosis pola pengikutan yang keliru: 'mereka mendurhakaiku dan mengikuti orang yang harta dan anaknya tidak menambah baginya selain kerugian', pengamatan tajam bahwa masyarakat sering mengikuti figur berpengaruh (kaya, berketurunan banyak) tanpa mempertimbangkan apakah kekayaan tersebut sesungguhnya membawa manfaat spiritual atau justru kerugian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, r-b-b, '-s-y, t-b-', z-y-d, m-w-l, w-l-d, kh-s-r): asawnii diterjemahkan 'mendurhakaiku' (akar '-s-y); ittaba'uu diterjemahkan 'mengikuti' (akar t-b-'); maaluhu wa waladuhu illaa khasaaran diterjemahkan 'harta & anaknya menambah kerugian' (akar m-w-l + akar w-l-d + akar kh-s-r, kekayaan pemimpin-sesat justru merugikan). Selaras.