بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا
Katakanlah, “Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan.” Lalu mereka berkata, “Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّqul uuhiya ilayya annahu istama'a nafarun mina l-jinnikatakanlah, 'telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan'
- فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًاfa-qaaluu innaa sami'naa qur'aanan ajabanlalu mereka berkata, 'kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan'
Aplikasi
Pembukaan Al-Jinn dengan pengungkapan tak terduga: 'telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan. kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan', perluasan cakupan penerima pesan wahyu melampaui manusia, pengakuan bahwa dampak Al-Qur'an menjangkau dimensi eksistensi yang tidak selalu terlihat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.