Ayat 74:9

فَذَٰلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌ

Maka itulah, pada hari itu, hari yang sulit,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَذَٰلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌfa-dzaalika yawma'idzin yawmun 'asiirunmaka itulah, pada hari itu, hari yang sulit

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَذَٰلِكَfa-dzaalikamaka itulah
  2. يَوْمَئِذٍyawma'idzinpada hari itu
  3. يَوْمٌyawmunhari
  4. عَسِيرٌ'asiirunyang sulit

Inti bacaan

Karakter hari yang universal beratnya: 'pada hari itu adalah hari yang sulit', pengakuan awal bahwa hari tersebut membawa kesulitan, sebelum spesifikasi lebih lanjut tentang siapa yang mengalaminya secara berbeda.

Penjelasan pilihan kata

'Dzaalika' (jauh) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'itulah' sesuai kaidah baku dzaalika+kata benda. 'Yawma'idzin' (adverbial temporal 'pada hari itu') dipertahankan terpisah karena merujuk anafora yang sama dari sudut berbeda (waktu, bukan subjek).

Rangkaian (يَوْمٌ عَسِيرٌ, yaumun 'asiir) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia menamai hari yang sukar.

Kata (عَسِيرٌ, 'asiir) sendiri juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti sukar.

Perhatikan bahwa surah lain memakai sebutan berat untuk hari yang sama. Di 76:27 dipakai sebutan yang berarti berat.

Perbedaan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua surah memakai dua sifat yang berbeda.

Perhatikan bahwa ayat ini menutup susunan bersyarat yang dibuka di 74:8. Dua ayat membentuk satu kalimat.

Susunan itu menahan akibatnya satu baris. Al-Qur'an tidak menandai penahanan itu.

Perhatikan bahwa penanda hari itu dipakai di ayat ini. Sebutan itu berulang di banyak surah pendek.

Pemakaiannya di sini menegaskan waktunya. Al-Qur'an tidak menandai penegasan itu.

Perhatikan bahwa hari itu disebut sukar tanpa menyebut bagi siapa. Keterangan itu baru datang di 74:10.

Susunan itu memisahkan sifat dari sasarannya. Dua ayat berurutan mengerjakan dua pekerjaan.

Al-Qur'an tidak menandai pemisahan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa keterangannya menyusul satu baris kemudian.

Perhatikan bahwa ayat ini empat patah. Ia sepanjang 74:8 yang mendahuluinya.

Dua baris itu karena itu seimbang. Al-Qur'an tidak menandai keseimbangan itu.

Perhatikan bahwa sifat sukar dipakai tanpa perbandingan. Al-Qur'an tidak menyebut lebih sukar daripada apa.

Kekosongan itu dibiarkan terbuka. Yang bisa dibaca cuma sifatnya sendiri.

Perhatikan bahwa gambaran hari itu diberikan dalam tiga ayat saja. Dari 74:8 sampai 74:10.

Kependekan itu berbeda dari surah 75 yang memberi belasan ayat. Dua surah bertetangga memakai takaran yang jauh berbeda.

Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa gambarannya di sini sangat singkat.

Perhatikan bahwa penanda hari itu dipakai lima kali di surah ini. Di 74:9, 74:10 secara tersirat, dan beberapa tempat lain.

Pemakaian itu mengikat bagian-bagian surahnya. Al-Qur'an tidak menandai pengikatan itu.

Perhatikan bahwa sifat sukar dipakai tanpa menyebut sebabnya. Al-Qur'an tidak menyebut apa yang membuatnya sukar.

Kekosongan itu tidak diisi di baris mana pun. Yang tertulis cuma sifatnya saja.

Perhatikan bahwa sifat itu ditaruh di ujung ayat. Susunan itu menaruh bobotnya di tempat terakhir.

Al-Qur'an tidak menandai penempatan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa sifatnya menutup barisnya.

Perhatikan bahwa dua baris ini memakai penanda hari yang sama dua kali. Satu di 74:9 dan satu lagi tersirat di 74:10.

Pengulangan itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa waktunya ditegaskan berulang.

Kata (فَذَٰلِكَ, fa dzaalika) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 21:29, 74:9, dan 107:2. Ia berarti maka itulah.

Perhatikan bahwa dua pemakaian lainnya menyebut akibat dari sebuah sikap. Di sini pun ia menyebut akibat.

Kesamaan itu tidak disebut Al-Qur'an. Yang tertulis cuma bahwa ketiganya menyatakan akibat.

Perhatikan bahwa hari itu disebut hari, bukan saat atau waktu. Sebutan yang dipakai menyangkut satu hari penuh.

Pilihan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa ukurannya sehari.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan beratnya hari ketika sangkakala ditiup. Ayat ini menutup susunan bersyarat dengan menyebut sifat hari itu. Rangkaian dua kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan kata terakhirnya sendiri juga 1 kali.

Surah lain memakai sebutan berat untuk hari yang sama, sebab di 76:27 dipakai sebutan yang berarti berat. Jadi dua surah memakai dua sifat yang berbeda untuk hari yang sama.

Ayat ini juga menutup susunan bersyarat yang dibuka di 74:8, sehingga dua ayat membentuk satu kalimat. Penanda hari itu juga dipakai di ayat ini, dan sebutan itu berulang di banyak surah pendek.

Hari itu juga disebut sukar tanpa menyebut bagi siapa, sebab keterangan itu baru datang di 74:10. Susunan itu memisahkan sifat dari sasarannya, dan dua ayat berurutan mengerjakan dua pekerjaan.

Ayat ini juga empat patah dan sepanjang 74:8 yang mendahuluinya. Gambaran hari itu juga diberikan dalam tiga ayat saja, dari 74:8 sampai 74:10. Sifat sukar juga dipakai tanpa menyebut sebabnya, sebab Al-Qur'an tidak menyebut apa yang membuatnya sukar, dan sifat itu ditaruh di ujung ayat sehingga bobotnya jatuh di tempat terakhir. Hari itu juga disebut hari dan bukan saat atau waktu, sehingga sebutan yang dipakai menyangkut satu hari penuh. Penanda waktunya juga ditegaskan berulang di dua baris berurutan.

Renungan dan Hikmah

  • Rangkaian dua kata terakhirnya dipakai Allah 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan kata terakhirnya sendiri juga 1 kali. Surah lain memakai sebutan berat untuk hari yang sama, sebab di 76:27 dipakai sebutan yang berarti berat. Dua surah memakai dua sifat yang berbeda untuk satu hari yang sama. Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu dengan satu kalimat pun. Berat dan sukar adalah dua sifat yang tidak persis sama. Yang satu menyangkut beban yang dipikul, dan yang lain menyangkut jalan yang ditempuh. Dua surah bertetangga memilih gambaran yang tidak sama.
  • Ayat ini menutup susunan bersyarat yang dibuka Allah di 74:8, sehingga dua ayat membentuk satu kalimat. Susunan itu menahan akibatnya selama satu baris penuh. Al-Qur'an tidak menandai penahanan itu, dan pembacanya menunggu satu baris sebelum tahu apa yang terjadi. Jeda sekecil itu tetap terasa di baris yang cuma empat patah. Sebuah kalimat yang dipecah dua baris memberi jeda tepat sebelum akibatnya. Jeda itu bekerja seperti tarikan napas sebelum kabar buruk. Pemenggalan baris di situ bukan kebetulan pengaturan halaman.
  • Hari itu disebut Allah sukar tanpa menyebut bagi siapa, sebab keterangannya baru datang di 74:10. Susunan itu memisahkan sifat dari sasarannya, dan dua ayat berurutan mengerjakan dua pekerjaan yang berbeda. Al-Qur'an tidak menandai pemisahan itu, dan pembacanya sempat mengira sifatnya berlaku untuk semua orang. Menyebut sifat sebelum menyebut siapa yang menanggung membuat pembacanya menghitung dirinya sendiri lebih dulu. Keterangannya baru datang satu baris kemudian. Dua baris awal itu terasa mengenai semua orang tanpa kecuali.
  • Ayat ini empat patah dan sepanjang 74:8 yang mendahuluinya, sehingga dua baris itu seimbang. Allah menyusun syarat dan akibatnya dengan ukuran yang sama. Al-Qur'an tidak menandai keseimbangan itu, dan iramanya sendiri yang mengikat kedua baris menjadi satu. Dua baris yang sama panjangnya memberi syarat dan akibatnya bobot yang setara. Tidak ada sisi yang dilebihkan atau dikurangi. Syarat dan akibatnya diberi ruang yang setara.
  • Sifat sukar dipakai Allah tanpa perbandingan, sebab Al-Qur'an tidak menyebut lebih sukar daripada apa. Kekosongan itu dibiarkan terbuka, dan yang bisa dibaca cuma sifatnya sendiri. Pembacanya tidak diberi ukuran untuk membandingkannya dengan kesukaran yang ia kenal. Sifat tanpa pembanding tidak bisa diukur dengan pengalaman yang sudah dikenal. Pembacanya tidak diberi tolok untuk membandingkannya. Semua ukuran yang dikenal manusia ditinggalkan di luar.
  • Gambaran hari itu diberikan Allah dalam tiga ayat saja, dari 74:8 sampai 74:10. Kependekan itu berbeda dari surah 75 yang memberi belasan ayat untuk hari yang sama. Kalau dua surah bertetangga memakai takaran yang sejauh itu berbeda, apa yang menentukan berapa banyak ruang yang diberikan? Tiga baris untuk hari terbesar adalah takaran yang sangat ketat. Surah tetangganya memakai belasan baris untuk hari yang sama. Ruang yang diberikan berbeda jauh meski pokoknya satu.

Ayat 74:10

عَلَى الْكَافِرِينَ غَيْرُ يَسِيرٍ

Bagi orang-orang kafir, tidak mudah.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. عَلَى الْكَافِرِينَ غَيْرُ يَسِيرٍ'alaa l-kaafiriina ghayru yasiirinbagi orang-orang kafir, tidak mudah

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. عَلَى'alaaatas
  2. الْكَافِرِينَl-kaafiriinaorang-orang yang kufur
  3. غَيْرُghayrutidak
  4. يَسِيرٍyasiirinyang mudah

Inti bacaan

Kesulitan yang spesifik bagi penolak: 'bagi orang-orang kafir, tidak mudah', pembedaan tegas bahwa tingkat kesulitan hari itu tidak seragam, bergantung pada pilihan hidup yang telah diambil sebelumnya.

Penjelasan pilihan kata

Rangkaian (عَلَى الْكَافِرِينَ, 'alal kaafiriin) muncul 10 kali di seluruh Al-Qur'an: 2:89, 5:54, 7:50, 16:27, 19:83, 25:26, 36:70, 39:71, 69:50, dan 74:10. Ia menyebut pihak yang menolak.

Rangkaian (غَيْرُ يَسِيرٍ, ghairu yasiir) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti tidak mudah.

Kata (يَسِيرٍ, yasiir) sendiri juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia berarti mudah.

Perhatikan bahwa ayat ini memakai peniadaan, bukan penegasan. Yang disebut bukan sukar, melainkan tidak mudah.

Susunan itu memperhalus bunyinya sekaligus memperkeras maksudnya. Al-Qur'an tidak menerangkan susunan itu.

Perhatikan bahwa dua ayat berurutan memakai dua cara yang berlawanan. Yang di 74:9 menegaskan, dan yang di sini meniadakan.

Perbedaan itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu sifat disebut dua kali dengan dua cara.

Perhatikan bahwa sifat mudah dan sifat sukar dipakai di dua baris bersebelahan. Keduanya sama-sama cuma sekali dipakai di seluruh Al-Qur'an.

Kesamaan itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua sifat berlawanan sama-sama jarang.

Perhatikan bahwa ayat ini menyebut siapa yang menanggungnya. Dua ayat sebelumnya tidak menyebutnya.

Susunan itu mempersempit sasarannya di baris terakhir. Al-Qur'an tidak menandai penyempitan itu.

Perhatikan bahwa penyebutan sasaran itu menyisakan pertanyaan. Al-Qur'an tidak menyebut bagaimana bagi yang lain.

Kekosongan itu dibiarkan terbuka. Yang bisa dibaca cuma keterangan bagi satu pihak.

Perhatikan bahwa ayat ini menutup gambaran hari kiamat. Sesudahnya 74:11 berpindah ke satu orang tertentu.

Perpindahan itu terjadi tanpa kalimat pengantar. Al-Qur'an langsung berpindah dari yang umum ke yang khusus.

Perhatikan bahwa tiga ayat gambaran itu seluruhnya tidak menyebut api atau taman. Yang disebut cuma sifat harinya.

Perhatikan bahwa sepuluh pemakaian rangkaian itu tersebar di sepuluh surah. Tidak ada surah yang memakainya dua kali.

Penyebaran itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa tiap surah memakainya sekali saja.

Perhatikan bahwa yang disebut pihak yang menolak, bukan pihak yang berdosa. Sebutan yang dipakai menyangkut penolakan.

Pilihan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa sasarannya dikenali dari sikapnya.

Perhatikan bahwa ayat ini memakai susunan yang meniadakan kemudahan. Ia tidak menegaskan kesulitan.

Cara itu menyisakan ruang bagi pembacanya untuk membayangkan. Al-Qur'an tidak menerangkan cara itu.

Perhatikan bahwa dua sifat yang berlawanan dipakai di dua baris bersebelahan. Sukar di 74:9 dan mudah di 74:10.

Susunan itu memasang keduanya berhadapan. Al-Qur'an tidak menandai pemasangan itu.

Perhatikan bahwa keduanya berasal dari bunyi dasar yang berbeda. Keduanya juga sama-sama cuma sekali dipakai.

Kesamaan kejarangan itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua sifat itu sama-sama tanpa pemakaian kedua.

Perhatikan bahwa bagian ini berakhir di sini. Tiga baris cukup untuk seluruh gambarannya.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa kesulitan hari itu dirasakan terutama oleh orang yang kufur. Ayat ini menutup gambaran hari kiamat dengan menyebut siapa yang menanggungnya. Rangkaian dua kata pertamanya muncul 10 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 2:89, 5:54, 7:50, 16:27, 19:83, 25:26, 36:70, 39:71, 69:50, dan 74:10.

Rangkaian dua kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan kata terakhirnya sendiri juga 1 kali. Ayat ini juga memakai peniadaan dan bukan penegasan, sebab yang disebut bukan sukar melainkan tidak mudah.

Dua ayat berurutan karena itu memakai dua cara yang berlawanan, sebab yang di 74:9 menegaskan sedangkan yang di sini meniadakan. Sifat mudah dan sifat sukar juga dipakai di dua baris bersebelahan, dan keduanya sama-sama cuma sekali dipakai.

Ayat ini juga menyebut siapa yang menanggungnya, padahal dua ayat sebelumnya tidak menyebutnya. Penyebutan sasaran itu juga menyisakan pertanyaan, sebab Al-Qur'an tidak menyebut bagaimana bagi yang lain.

Ayat ini juga menutup gambaran hari kiamat, sebab 74:11 berpindah ke satu orang tertentu tanpa kalimat pengantar. Sepuluh pemakaian rangkaian itu juga tersebar di sepuluh surah, dan tidak ada surah yang memakainya dua kali. Yang disebut juga pihak yang menolak dan bukan pihak yang berdosa, sehingga sasarannya dikenali dari sikapnya. Dua sifat yang berlawanan juga dipakai di dua baris bersebelahan, yaitu sukar di 74:9 dan mudah di 74:10, dan keduanya sama-sama cuma sekali dipakai.

Renungan dan Hikmah

  • Rangkaian dua kata terakhirnya dipakai Allah 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan ia berarti tidak mudah. Ayat ini memakai peniadaan dan bukan penegasan, sebab yang disebut bukan sukar melainkan tidak mudah. Susunan itu memperhalus bunyinya sekaligus memperkeras maksudnya. Al-Qur'an tidak menerangkan susunan itu dengan satu kalimat pun. Meniadakan kemudahan menyisakan ruang bagi pembacanya untuk membayangkan sendiri. Menegaskan kesulitan akan menutup ruang itu dengan satu kata. Ruang bayangan itu justru yang membuatnya bekerja.
  • Dua ayat berurutan memakai dua cara yang berlawanan, sebab Allah menegaskan di 74:9 dan meniadakan di sini. Satu sifat disebut dua kali dengan dua cara yang berbeda. Al-Qur'an tidak menyatakan perbedaan itu, dan pengulangan seperti itu jarang terjadi dalam jarak satu baris. Satu sifat yang disebut dua kali dengan dua cara berbeda jarang muncul dalam jarak satu baris. Yang kedua tidak menambah keterangan, melainkan mengubah nadanya. Nadanya berubah tanpa satu keterangan ditambahkan.
  • Sifat mudah dan sifat sukar dipakai Allah di dua baris bersebelahan, dan keduanya sama-sama cuma sekali dipakai di seluruh Al-Qur'an. Dua sifat yang berlawanan itu sama-sama tidak punya pemakaian kedua. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu, dan ia baru terlihat kalau keduanya dicari sendiri. Dua sifat berlawanan yang sama-sama cuma sekali dipakai berdiri di dua baris bersebelahan. Kejarangan itu berlaku bagi keduanya tanpa kecuali. Keduanya sama-sama tak punya pemakaian kedua.
  • Ayat ini menyebut siapa yang menanggungnya, padahal dua ayat sebelumnya tidak menyebutnya. Allah mempersempit sasarannya tepat di baris terakhir gambaran itu. Al-Qur'an tidak menandai penyempitan itu, dan pembacanya sempat mengira sifat harinya berlaku bagi semua orang. Menyebut sasarannya di baris terakhir membuat dua baris sebelumnya terasa berlaku bagi semua. Pembacanya baru dilepaskan di kalimat penutup. Dua baris awal menggantung tanpa penunjuk golongan.
  • Penyebutan sasaran itu menyisakan pertanyaan, sebab Allah tidak menyebut bagaimana keadaan bagi yang lain. Kekosongan itu dibiarkan terbuka, dan yang bisa dibaca cuma keterangan bagi satu pihak. Rangkaian dua kata pertamanya dipakai di sepuluh ayat, antara lain 2:89, 7:50, 36:70, dan 69:50. Sepuluh surah memakai rangkaian itu masing-masing sekali, antara lain 2:89, 7:50, 36:70, dan 69:50. Tidak ada satu surah pun yang memakainya dua kali. Sebarannya rata, satu per surah, tanpa pengecualian.
  • Tiga ayat gambaran itu seluruhnya tidak menyebut api atau taman, sebab yang disebut Allah cuma sifat harinya. Sesudahnya surahnya berpindah dari yang umum ke satu orang tertentu tanpa jembatan. Kalau seluruh gambaran hari terbesar cuma berisi satu bunyi dan satu sifat, apa yang sebenarnya dianggap paling perlu diketahui? Tiga baris gambaran itu tidak menyebut api, taman, atau timbangan. Yang disebut cuma satu bunyi dan dua sifat. Api, taman, dan timbangan sama sekali tidak muncul.