Ayat 76:5

إِنَّ الْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِنْ كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا

Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas yang campurannya kafur,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنَّ الْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِنْ كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًاinna l-abraara yasyrabuuna min ka'sin kaana mizaajuhaa kaafuuransesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas yang campurannya kafur

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. الْأَبْرَارَl-abraaraorang-orang yang berbakti
  3. يَشْرَبُونَyasyrabuunamereka minum
  4. مِنْmindari
  5. كَأْسٍka'singelas
  6. كَانَkaanaadalah
  7. مِزَاجُهَاmizaajuhaacampurannya
  8. كَافُورًاkaafuurankafur

Inti bacaan

Kenikmatan khusus bagi yang berbuat kebajikan: 'orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas yang campurannya kafur', deskripsi spesifik kenikmatan yang menegaskan keistimewaan pengalaman surgawi, detail yang membuat ganjaran terasa konkret dan nyata.

Penjelasan pilihan kata

Kata (الْأَبْرَارَ, al-abraar) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 76:5, 82:13, dan 83:22. Artinya orang-orang yang berbuat baik.

Perhatikan bahwa ketiga pemakaiannya menyebut keadaan yang menyenangkan. Tidak satu pun dipakai untuk peringatan.

Kata (مِزَاجُهَا, mizaajuhaa) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, dan keduanya ada di surah ini: 76:5 dan 76:17. Akarnya cuma dipakai di 3 ayat: 76:5, 76:17, dan 83:27.

Jadi dua dari tiga pemakaiannya berada di surah ini. Yang ketiga ada di 83:27.

Al-Qur'an tidak menandai penumpukan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu bunyi dasar yang hampir tidak pernah dipakai muncul dua kali di satu surah.

Kata (كَافُورًا, kaafuuran) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ia menamai campuran minuman yang disebut di ayat ini.

Perhatikan bahwa 76:17 memakai susunan yang sama persis dengan ayat ini. Bedanya cuma pada nama campurannya.

Kesejajaran itu tidak ditandai Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat di satu surah memakai kerangka kalimat yang tidak berbeda.

Perhatikan bahwa dua nama campuran itu sama-sama cuma sekali dipakai. Yang satu di 76:5 dan yang lain di 76:17.

Jadi dua ayat sejajar sama-sama ditutup sebutan yang tidak dipakai lagi. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu.

Perhatikan bahwa ayat ini membuka bagian yang berjalan panjang. Dari 76:5 sampai 76:22 seluruhnya tentang yang berbuat baik.

Delapan belas ayat itu bagian terpanjang di surahnya. Al-Qur'an tidak menandai panjangnya.

Perhatikan bahwa bagian itu dibuka dengan minuman. Yang pertama disebut bukan tempat, bukan pakaian, dan bukan teman.

Pilihan itu berbeda dari 77:41, yang membuka daftarnya dengan naungan. Dua surah bertetangga memulai daftar pemberiannya dari dua hal yang berbeda.

Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa yang satu memulai dari tempat dan yang lain dari yang diminum.

Perhatikan pula bahwa minuman itu disebut bercampur, bukan murni. Keterangan campurannya diberikan, dan nama campurannya disebut.

Cara itu berulang di 76:17. Dua kali di surah ini minuman disebut lengkap dengan campurannya.

Al-Qur'an tidak menandai pengulangan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa dua ayat memakai kerangka yang sama dengan isi yang berbeda.

Perhatikan pula bahwa bagian ini dibuka penegas, sama seperti empat ayat sebelumnya. Lima kali berturut-turut pernyataannya dikuatkan.

Pengulangan penegas sebanyak itu jarang. Al-Qur'an tidak menerangkan penumpukan itu.

Sesudah ayat ini penegasnya berhenti sampai 76:22. Tujuh belas ayat berjalan tanpa satu penegas pembuka pun.

Tafsiran

Ayat ini membuka bagian terpanjang surahnya, yaitu delapan belas ayat tentang yang berbuat baik. Kata keduanya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 76:5, 82:13, dan 83:22, dan ketiga pemakaiannya menyebut keadaan yang menyenangkan.

Kata keenamnya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, dan keduanya ada di surah ini, yaitu 76:5 dan 76:17. Akarnya cuma dipakai di 3 ayat, yaitu 76:5, 76:17, dan 83:27, sehingga dua dari tiga pemakaiannya berada di surah ini.

Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan ia menamai campuran minuman yang disebut di ayat ini. Perhatikan bahwa 76:17 memakai susunan yang sama persis, dan bedanya cuma pada nama campurannya.

Dua nama campuran itu sama-sama cuma sekali dipakai, yang satu di 76:5 dan yang lain di 76:17, sehingga dua ayat sejajar sama-sama ditutup kata yang tidak dipakai lagi. Al-Qur'an tidak menandai kesamaan itu.

Bagian ini dibuka dengan minuman, bukan dengan tempat, pakaian, atau teman. Pilihan itu berbeda dari 77:41, yang membuka daftarnya dengan naungan, sehingga dua surah bertetangga memulai daftar pemberiannya dari dua hal yang berbeda. Minuman itu disebut bercampur dan bukan murni, dan nama campurannya disebut, dan cara yang sama berulang di 76:17. Bagian ini juga dibuka penegas, sama seperti empat ayat sebelumnya, sehingga lima kali berturut-turut pernyataannya dikuatkan. Sesudah ayat ini penegasnya berhenti sampai 76:22, sehingga tujuh belas ayat berjalan tanpa satu penegas pembuka pun.

Renungan dan Hikmah

  • Kata keduanya dipakai Allah cuma di 76:5, 82:13, dan 83:22, dan ketiga pemakaiannya menyebut keadaan yang menyenangkan. Tidak satu pun dipakai untuk peringatan. Arah kalimatnya karena itu sudah terbaca sebelum isinya sampai ke telinga. Arah kalimatnya karena itu sudah terbaca sebelum isinya sampai ke telinga. Sebutan yang selalu membawa kabar baik akan menyiapkan pembacanya jauh sebelum isinya diberikan. Tiga pemakaiannya seluruhnya menyebut keadaan yang menyenangkan, dan tidak satu pun di antaranya dipakai untuk peringatan.
  • Akar kata keenamnya cuma dipakai Allah di 76:5, 76:17, dan 83:27, sehingga dua dari tiga pemakaiannya berada di surah ini. Al-Qur'an tidak menandai penumpukan itu. Satu akar yang hampir tidak pernah dipakai muncul dua kali di satu surah, dan itu sulit disebut kebetulan. Satu akar yang hampir tidak pernah dipakai muncul dua kali di dalam satu surah saja, dan itu sulit sekali disebut kebetulan. Yang ketiga ada di 83:27, jauh dari surah ini, dan tanpa satu penunjuk pun yang menghubungkan keduanya.
  • Ayat 76:17 memakai susunan yang sama persis dengan ayat ini, dan bedanya cuma pada nama campurannya. Dua nama itu sama-sama cuma sekali dipakai Allah di seluruh Al-Qur'an. Dua ayat sejajar sama-sama ditutup kata yang tidak dipakai lagi di mana pun. Dua ayat yang sejajar itu sama-sama ditutup sebutan yang tidak dipakai lagi di mana pun. Kerangka kalimatnya tidak berbeda sedikit pun, dan yang berganti cuma nama campuran yang disebut di ujungnya.
  • Dari 76:5 sampai 76:22 seluruhnya tentang yang berbuat baik, dan delapan belas ayat itu bagian terpanjang di surahnya. Allah tidak menandai panjangnya. Bagian sepanjang itu memberi ruang yang jauh melebihi satu ayat yang dipakai untuk yang menolak. Bagian sepanjang itu memberi ruang yang jauh melebihi satu ayat saja yang dipakai untuk pihak yang menolak. Delapan belas ayat berbanding satu ayat adalah perbandingan yang sangat mencolok di surah sependek ini.
  • Bagian ini dibuka Allah dengan minuman, bukan dengan tempat, pakaian, atau teman. Pilihan itu berbeda dari 77:41, yang membuka daftarnya dengan naungan. Dua surah bertetangga memulai daftar pemberiannya dari dua hal yang berbeda, dan Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu. Dua surah bertetangga memulai daftar pemberiannya dari dua hal yang berbeda. Yang satu memulai daftarnya dari naungan, sedangkan yang lain memulainya dari sesuatu yang langsung diminum.
  • Kata terakhirnya dipakai Allah 1 kali di seluruh Al-Qur'an untuk menamai campuran minuman itu. Tidak ada pemakaian lain yang bisa dipakai untuk menerangkannya. Kalau yang dijanjikan dinamai dengan kata yang tidak punya pembanding, apa yang sebenarnya bisa dibayangkan pembacanya tentangnya? Tidak ada pemakaian lain yang bisa dipakai untuk menerangkan campuran itu. Kalau yang dijanjikan dinamai dengan kata yang tidak punya pembanding sama sekali, apa yang sebenarnya bisa dibayangkan pembacanya?

Ayat 76:6

عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللَّهِ يُفَجِّرُونَهَا تَفْجِيرًا

Mata air yang diminum oleh hamba-hamba Allah, yang mereka pancarkan dengan sungguh-sungguh.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللَّهِ يُفَجِّرُونَهَا تَفْجِيرًا'aynan yasyrabu bihaa 'ibaadu llaahi yufajjiruunahaa tafjiiranmata air yang diminum oleh hamba-hamba Allah, yang mereka pancarkan dengan sungguh-sungguh

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. عَيْنًا'aynanmata air
  2. يَشْرَبُyasyrabuminum
  3. بِهَاbihaadarinya
  4. عِبَادُ'ibaaduhamba-hamba
  5. اللَّهِllaahiAllah
  6. يُفَجِّرُونَهَاyufajjiruunahaamereka mengalirkannya
  7. تَفْجِيرًاtafjiiransederas-derasnya

Inti bacaan

Sumber yang dikelola aktif oleh penerimanya: 'mata air yang diminum oleh hamba-hamba Allah, yang mereka pancarkan dengan sungguh-sungguh', gambaran partisipasi aktif dalam menikmati anugerah, bukan penerimaan pasif melainkan keterlibatan langsung mengelola sumber kenikmatan.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung '(yaitu)' tidak dipakai: fragmen apositif lanjutan dari 'kaafuuran' di 76:5, tanpa menambahkan kata pembuka.

Kata (يُفَجِّرُونَهَا, yufajjiruunahaa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 21 ayat, antara lain 2:60, 17:90, 36:34, dan 54:12.

Di 2:60 dan 54:12 akar (يُفَجِّرُونَهَا, yufajjiruunahaa) dipakai untuk air yang memancar dari batu dan dari bumi. Jadi akar itu menamai memancarkan air.

Perhatikan bahwa di ayat-ayat itu yang memancarkan adalah Allah. Di sini yang memancarkan adalah hamba-hamba-Nya.

Al-Qur'an tidak menandai perpindahan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa pekerjaan yang biasanya disandarkan kepada Yang Mencipta di sini disandarkan kepada yang dicipta.

Perhatikan bahwa ayat ini menerangkan minuman yang disebut di 76:5. Ia tidak berdiri sendiri, dan tidak punya kata kerja pembuka.

Susunan itu memaksa dua ayat dibaca sekaligus. Membaca ayat ini sendirian membuatnya kehilangan pokok yang diterangkannya.

Perhatikan bahwa mata airnya disebut sesudah minumannya. Urutan itu bergerak dari yang diterima ke sumbernya.

Al-Qur'an tidak menyatakan urutan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa yang dekat disebut lebih dulu dan sumbernya menyusul.

Perhatikan bahwa mereka disebut hamba-hamba Allah. Sebutan itu berbeda dari sebutan di 76:5.

Jadi dua ayat berurutan memakai dua sebutan untuk pihak yang sama. Yang pertama menyebut perbuatannya, dan yang kedua menyebut hubungannya.

Al-Qur'an tidak menerangkan pergantian itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu pihak dinamai dua kali dengan dua sudut yang berbeda.

Perhatikan bahwa nama Allah baru disebut di ayat ini. Lima ayat sebelumnya tidak menyebut nama itu satu kali pun.

Al-Qur'an tidak menandai penundaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa lima ayat pembuka memakai bentuk kami tanpa menyebut nama.

Perhatikan bahwa mereka digambarkan memancarkannya sendiri. Yang dijanjikan bukan cuma menerima, melainkan ikut mengerjakan.

Pilihan itu tidak lazim di dalam gambaran pemberian. Yang biasa dilukiskan adalah menerima, dan yang di sini dilukiskan berbuat.

Perhatikan pula bahwa mata air itu disebut satu, bukan banyak. Yang disebut sumber tunggal yang mereka pancarkan sendiri.

Cara itu berbeda dari 77:41, yang menyebut mata air lebih dari satu. Dua surah bertetangga memakai bilangan yang berbeda.

Al-Qur'an tidak menandai perbedaan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa yang satu menyebut banyak dan yang lain menyebut satu.

Perhatikan pula bahwa (يَشْرَبُ, yasyrabu) menaruh mereka sebagai pelaku. Mereka disebut meminum darinya, bukan diberi minum.

Cara itu berubah di 76:17 dan 76:21. Di sana mereka disebut diberi minum, dan bukan meminum sendiri.

Jadi surah ini memakai dua cara untuk hal yang sama. Al-Qur'an tidak menerangkan pergantian itu.

Tafsiran

Ayat ini menerangkan sumber minuman yang disebut di 76:5. Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 21 ayat, antara lain 2:60, 17:90, 36:34, dan 54:12.

Di 2:60 dan 54:12 akar itu dipakai untuk air yang memancar dari batu dan dari bumi, sehingga ia menamai memancarkan air. Di ayat-ayat itu yang memancarkan adalah Allah, sedangkan di sini yang memancarkan adalah hamba-hamba-Nya.

Ayat ini tidak berdiri sendiri dan tidak punya kata kerja pembuka, sehingga dua ayat harus dibaca sekaligus. Mata airnya juga disebut sesudah minumannya, sehingga urutannya bergerak dari yang diterima ke sumbernya.

Mereka disebut hamba-hamba Allah, dan sebutan itu berbeda dari sebutan di 76:5. Jadi dua ayat berurutan memakai dua sebutan untuk pihak yang sama, yaitu perbuatannya dan hubungannya.

Nama Allah juga baru disebut di ayat ini, sebab lima ayat sebelumnya tidak menyebutnya satu kali pun. Mereka juga digambarkan memancarkannya sendiri, sehingga yang dijanjikan bukan cuma menerima melainkan ikut mengerjakan. Mata air itu disebut satu dan bukan banyak, berbeda dari 77:41 yang menyebutnya dalam bentuk jamak, sehingga dua surah bertetangga memakai bilangan yang berbeda. Mereka juga disebut meminum darinya dan bukan diberi minum, sehingga bentuk yang dipakai menaruh mereka sebagai pelaku. Cara itu berubah di 76:17 dan 76:21, ketika mereka disebut diberi minum, sehingga surah ini memakai dua cara untuk hal yang sama.

Renungan dan Hikmah

  • Akar kata terakhirnya dipakai Allah di 21 ayat, antara lain 2:60, 17:90, 36:34, dan 54:12, dan di 2:60 serta 54:12 ia menamai air yang dipancarkan Allah. Di sini yang memancarkan adalah hamba-hamba-Nya sendiri. Tangan yang biasanya disebut sebagai milik Yang Mencipta kini menjadi milik yang dicipta. Pekerjaan yang biasanya disandarkan kepada Yang Mencipta di sini disandarkan kepada yang dicipta. Dua puluh satu ayat memakai akar yang sama, dan cuma di sini pelakunya berpindah kepada manusia. Yang dijanjikan ternyata bukan cuma tempat, melainkan juga pekerjaan.
  • Allah menyebut mata airnya sesudah minumannya, sehingga urutannya bergerak dari yang diterima ke sumbernya. Yang dekat disebut lebih dulu, dan sumbernya menyusul. Al-Qur'an tidak menyatakan urutan itu, dan susunan seperti itu mengikuti cara orang mengalami sesuatu. Yang dekat disebut lebih dulu, dan sumbernya menyusul. Susunan seperti itu mengikuti cara orang mengalami sesuatu, dan bukan cara orang menerangkannya kepada orang lain.
  • Sebutan di ayat ini berbeda dari sebutan di 76:5, sehingga dua ayat berurutan memakai dua nama untuk pihak yang sama. Yang pertama menyebut perbuatannya, dan yang kedua menyebut hubungannya dengan Allah. Satu pihak dinamai dua kali dengan dua sudut yang berbeda tanpa satu kalimat penjelas. Satu pihak dinamai dua kali dengan dua sudut yang berbeda tanpa satu kalimat penjelas. Yang pertama menyebut perbuatan mereka, dan yang kedua menyebut hubungan mereka dengan Allah.
  • Nama Allah baru disebut di ayat keenam surah ini, sebab lima ayat sebelumnya memakai bentuk kami tanpa menyebut nama. Al-Qur'an tidak menandai penundaan itu. Nama yang ditahan lima ayat lalu muncul di tengah gambaran pemberian terdengar berbeda dari nama yang disebut sejak awal. Nama yang ditahan lima ayat lalu muncul di tengah gambaran pemberian terdengar berbeda dari nama yang disebut sejak awal. Lima ayat pembuka surah ini memakai bentuk kami tanpa sekali pun menyebut nama itu.
  • Mereka digambarkan Allah memancarkan mata airnya sendiri, sehingga yang dijanjikan bukan cuma menerima melainkan ikut mengerjakan. Pilihan itu tidak lazim di dalam gambaran pemberian, karena yang biasa dilukiskan adalah menerima. Yang dijanjikan di sini tetap punya sesuatu untuk dikerjakan. Yang dijanjikan di sini tetap punya sesuatu untuk dikerjakan. Pilihan itu tidak lazim di dalam gambaran pemberian, sebab yang biasa dilukiskan adalah pihak yang menerima.
  • Ayat ini tidak punya kata kerja pembuka dan menerangkan minuman yang disebut di 76:5. Membacanya sendirian membuatnya kehilangan pokok yang diterangkannya. Kalau sebuah keterangan tidak bisa berdiri tanpa ayat sebelumnya, apa yang hilang dari orang yang membaca ayat demi ayat secara terpisah? Membaca ayat ini sendirian membuatnya kehilangan pokok yang diterangkannya. Apa yang hilang dari orang yang membaca ayat demi ayat secara terpisah, kalau sebagian ayat memang tidak disusun untuk berdiri sendirian?