وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ

Dan adapun orang yang takut akan kedudukan Tuhannya dan menahan diri dari hawa,

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰwa-ammaa man khaafa maqaama rabbihi wa-nahaa n-nafsa ani l-hawaadan adapun orang yang takut akan kedudukan Tuhannya dan menahan diri dari hawa
Aplikasi

Dua kualitas kunci golongan kedua: 'orang yang takut akan kedudukan Tuhannya dan menahan diri dari hawa', kombinasi kesadaran spiritual (takut) dan pengendalian diri (menahan hawa nafsu), dua elemen yang saling menguatkan dalam membentuk karakter yang berbeda dari golongan pertama.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar kh-w-f, q-w-m, r-b-b, n-h-y, n-f-s, h-w-y): man khaafa maqaama rabbihi wa-nahaa n-nafsa ani l-hawaa diterjemahkan 'takut kedudukan Tuhannya & menahan diri dari hawa' (akar kh-w-f + akar q-w-m + akar n-h-y + akar h-w-y, hawaa: dorongan-diri tanpa ilmu, epistemologi bayyinah-vs-hawaa, cf. 53:3-4, 47:14). gloss '(keinginan)' dibuang; 'hawa' dipertahankan sbg istilah.