وَزَيْتُونًا وَنَخْلًا
Zaitun dan pohon kurma,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَزَيْتُونًا وَنَخْلًاwa-zaytuunan wa-nakhlanzaitun dan pohon kurma
Terjemahan per kata (2 kata)
- وَزَيْتُونًاwa-zaytuunandan zaitun
- وَنَخْلًاwa-nakhlandan pohon kurma
Inti bacaan
Zaitun muncul di lima ayat dan hanya di sini tanpa kata sandang, mengikuti kedelapan jenis di 80:27-31. Akar ن-خ-ل tercatat di dua puluh ayat, sembilan di antaranya bersama akar ع-ن-ب; zaitun dan pohon kurma bersanding di 6:99, 6:141, 16:11, dan 80:29.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini terdiri dari dua kata benda, (وَزَيْتُونًا, wa-zaytuunan) yang berarti "dan zaitun" dan (وَنَخْلًا, wa-nakhlan) yang berarti "dan pohon kurma". Keduanya tidak punya kata kerja sendiri. Kata kerja yang mengatur keduanya berada di 80:27, (فَأَنْبَتْنَا, fa-anbatnaa) yang berarti "lalu Kami tumbuhkan", sehingga zaitun dan pohon kurma berkedudukan sebagai sasaran perbuatan menumbuhkan itu, menyusul biji-bijian di 80:27 serta anggur dan sayuran di 80:28.
Kata zaitun sendiri, tanpa menghitung bentuk turunannya, muncul di lima ayat, yaitu 6:99, 6:141, 16:11, 80:29, dan 95:1. Di empat ayat selain ayat ini kata itu bersandang al-, yaitu (وَالزَّيْتُونَ, wa-z-zaytuuna) di 6:99, 6:141, dan 16:11 serta (وَالزَّيْتُونِ, wa-z-zaytuuni) di 95:1. Bentuk tanpa kata sandang hanya dipakai di 80:29. Di sini bentuk itu sejalan dengan daftar tempatnya berada, sebab kedelapan jenis di 80:27-31 semuanya disebut tanpa kata sandang, dari (حَبًّا, habban) yang berarti "biji-bijian" di 80:27 sampai rerumputan di 80:31. Teksnya tidak memberi keterangan lain tentang perbedaan bentuk itu.
Akar ز-ي-ت menambah satu ayat lagi, 24:35, dengan dua bentuk lain. Di sana (زَيْتُونَةٍ, zaytuunatin) dipakai untuk pohon yang diberkahi, sumber nyala pelita, dan (زَيْتُهَا, zaytuhaa) yang berarti "minyaknya" disebut hampir menyala meskipun api tidak menyentuhnya. Dari keenam ayat berakar ini, 95:1 memakai zaitun dalam sumpah pembuka surah, 24:35 memakainya dalam perumpamaan cahaya, dan empat ayat lainnya menyebutnya dalam daftar tumbuhan. Satu jenis pohon dipakai untuk sumpah, perumpamaan, dan daftar makanan, dan Al-Qur'an tidak menghubungkan ketiga pemakaian itu dalam satu ayat.
Kata (وَنَخْلًا, wa-nakhlan) berasal dari akar ن-خ-ل, yang dipakai di dua puluh ayat dalam tiga bentuk. Bentuk yang dipakai di ayat ini muncul di sebelas ayat, bentuk (وَالنَّخِيلَ, wa-n-nakhiila) di tujuh ayat, misalnya 16:11, dan bentuk (النَّخْلَةِ, n-nakhlati) di dua ayat, 19:23 dan 19:25. Bentuk terakhir itu dipakai untuk sebatang pohon tertentu, pangkal pohon kurma yang didatangi Maryam ketika sakit melahirkan, sedangkan bentuk di ayat ini dipakai untuk pohon kurma sebagai jenis, tanpa menunjuk jumlahnya. Terjemahan "pohon kurma" dipakai untuk bentuk ini juga di 55:11, tempat pohon kurma disebut mempunyai kelopak mayang.
Pemakaian akar ini tidak terbatas pada daftar tumbuhan. Di 19:25 Maryam disuruh menggoyang pangkal pohon kurma itu, dan yang jatuh kepadanya disebut (رُطَبًا, ruthaban), kurma yang masak. Batang-batang pohon kurma muncul di 20:71 dalam ancaman Fir'aun untuk menyalib para penyihir yang beriman. Kaum yang dibinasakan angin di 54:20 dan 69:7 diserupakan dengan (أَعْجَازُ نَخْلٍ, a'jaazu nakhlin), pangkal-pangkal pohon kurma, yang tumbang di ayat pertama dan lapuk di ayat kedua.
Di antara tumbuhan lain, anggur paling sering disebut bersama pohon kurma. Akar ن-خ-ل dan akar ع-ن-ب muncul bersama di sembilan ayat, yaitu 2:266, 6:99, 13:4, 16:11, 16:67, 17:91, 18:32, 23:19, dan 36:34, dan di surah ini keduanya terbagi ke dua ayat berurutan, anggur di 80:28 dan pohon kurma di 80:29. Zaitun dan pohon kurma bersanding di empat ayat, yaitu 6:99, 6:141, 16:11, dan ayat ini. Di 6:99 dan 6:141 pohon kurma disebut lebih dulu, sedangkan di 16:11 dan 80:29 zaitun mendahuluinya.
Daftar ini dibuka di 80:24 dengan perintah agar manusia memperhatikan (طَعَامِهِ, tha'aamihi), "makanannya". Kata pohon kurma di ayat ini menamai pohonnya, sebab bentuk yang sama dipakai untuk batang di 20:71 dan pangkal di 54:20, sedangkan buahnya punya sebutan sendiri, seperti kurma yang masak di 19:25 dan (ثَمَرِهِ, tsamarihi), "buahnya", dalam perintah makan di 6:141. Karena itu perintah di 80:24 menyangkut makanan, sedangkan ayat ini menyebut tanaman asalnya.
Tafsiran
Ayat ini berada di tengah daftar yang dibuka 80:24 dengan (فَلْيَنْظُرِ, fa-l-yanzhuri), "maka hendaklah memperhatikan". Sebelum daftar itu, 80:17-23 berbicara tentang manusia yang kufur, asal kejadiannya dari setetes mani, kematian dan kebangkitannya, lalu 80:23 menyatakan bahwa manusia belum menunaikan apa yang diperintahkan kepadanya. Perintah memperhatikan makanan datang sesudah pernyataan itu, dan zaitun serta pohon kurma termasuk dalam apa yang diminta untuk diperhatikan.
Rangkaian 80:25-31 dituturkan dengan kata kerja yang pelakunya Allah, dalam bentuk Kami, yaitu Kami mencurahkan air (80:25), Kami belah bumi (80:26), dan Kami tumbuhkan (80:27), lalu diikuti delapan jenis tumbuhan. Rangkaian itu ditutup di 80:32 dengan (مَتَاعًا, mataa'an), "sebagai kesenangan", bagi manusia dan hewan ternak mereka. Dengan urutan itu makanan sehari-hari diapit oleh pembicaraan tentang kematian dan kebangkitan di 80:21-22 dan tentang suara yang memekakkan di 80:33.
Susunan yang mirip ada di 6:99. Di sana air diturunkan dari langit, lalu disebut butir yang bertumpuk, pohon kurma, kebun anggur, zaitun, dan delima, kemudian datang perintah (انْظُرُوا, unzhuruu), "perhatikanlah", kepada buahnya ketika berbuah dan matang. Kedua tempat memakai kata kerja memperhatikan dari akar yang sama, ن-ظ-ر, dan sama-sama memuat zaitun dan pohon kurma. Di 6:99 beberapa jenis diberi keterangan, seperti tangkai buah kurma yang menjuntai rendah serta zaitun dan delima yang serupa dan tidak serupa, sedangkan di 80:27-31 sifat diberikan kepada kebun-kebun saja, yaitu rimbun (80:30), dan ketujuh jenis lainnya disebut namanya. Bedanya, di 6:99 perintah itu datang sesudah daftar dan ditutup dengan tanda bagi kaum yang beriman, sedangkan di surah ini perintah datang lebih dulu dan daftarnya ditutup dengan kesenangan bagi manusia dan ternaknya. Di 6:99 daftar itu menjadi tanda untuk direnungkan, sedangkan di surah ini daftar itu diletakkan tepat sebelum hari ketika manusia lari dari saudara, orang tua, istri, dan anak-anaknya (80:33-37).
Renungan dan Hikmah
- Ketika kurma atau zaitun sampai ke tangan, yang terlihat biasanya buahnya saja. Ayat ini menyebut kurma dengan nama pohonnya, dan kata kerja di 80:27 menyatakan bahwa Allah yang menumbuhkannya. Perintah di 80:24 meminta manusia memperhatikan makanannya, lalu ayat-ayat berikutnya menguraikan asal makanan itu, mulai dari air yang dicurahkan (80:25), bumi yang dibelah (80:26), sampai tanaman yang ditumbuhkan (80:27-31). Berapa banyak dari rangkaian itu yang sempat kita ingat ketika sedang makan?
- Zaitun di ayat ini disebut di tengah daftar makanan, sementara di 95:1 Allah memakainya dalam sumpah dan di 24:35 pohonnya menjadi sumber nyala pelita dalam perumpamaan cahaya-Nya. Pembaca baru melihat ketiga pemakaian itu setelah mengumpulkannya sendiri dari tiga surah yang berbeda. Zaitun di meja makan mudah dianggap perkara kecil karena begitu sering kita temui. Di dalam Al-Qur'an benda yang sama dipakai untuk bersumpah dan untuk menerangkan cahaya Allah, dan zaitun yang disebut di kedua ayat itu sejenis dengan zaitun yang kita makan.
- Di 19:23 rasa sakit melahirkan membawa Maryam ke pangkal pohon kurma, di tempat yang jauh (19:22), dan di sana Maryam berkata ingin mati sebelum itu dan menjadi orang yang dilupakan. Sesudah itu dia diberi tahu bahwa Tuhannya telah menjadikan anak sungai di bawahnya (19:24), lalu disuruh menggoyang pangkal pohon itu sehingga kurma yang masak jatuh kepadanya (19:25), dan disuruh makan dan minum (19:26). Pohon yang di ayat ini disebut dalam daftar makanan pernah menjadi sumber makanan bagi seseorang yang baru saja berharap mati.
- Kaum yang dibinasakan angin di 54:20 dan 69:7 diserupakan dengan pangkal-pangkal pohon kurma yang tumbang dan lapuk, dan di 20:71 batang-batang pohon kurma disebut dalam ancaman penyaliban. Pohon yang di 80:29 ditumbuhkan Allah sebagai makanan dipakai juga untuk menggambarkan kaum yang roboh. Kelimpahan dalam daftar ini tidak disertai janji bahwa kelimpahan itu akan bertahan. Di 18:32-35 pemilik dua kebun anggur yang dikelilingi pohon kurma mengira kebunnya tidak akan binasa selama-lamanya, dan di 18:42 buahnya dibinasakan dan kebun itu roboh di atas penyangganya. Ayat ini menyebut zaitun dan kurma sebagai pemberian, dan kisah dalam surah Al-Kahf itu memperlihatkan bahwa pemberian yang sama bisa diambil kembali.
- Orang-orang yang menolak di 17:90-91 berkata tidak akan percaya sebelum Rasul memiliki kebun kurma dan anggur dengan sungai-sungai yang dialirkan di celah-celahnya. Pasangan yang sama, anggur di 80:28 dan pohon kurma di ayat ini, disebut di surah ini sebagai tumbuhan yang ditumbuhkan Allah, dan 80:32 menyatakan semuanya sebagai kesenangan bagi manusia dan hewan ternaknya. Jenis tanaman yang mereka jadikan syarat untuk percaya disebut di surah ini sebagai tumbuhan yang keluar dari bumi yang dibelah (80:26). Kaitan itu tidak disebut di kedua surah dan baru terlihat bila 17:91 dibaca di samping 80:28-29.
- Ayat 6:141 menyebut zaitun dan pohon kurma di antara tanaman yang buahnya boleh dimakan, lalu menambahkan perintah memberikan haknya pada waktu memetik hasilnya dan larangan berlebih-lebihan, karena Dia tidak mencintai orang-orang yang berlebih-lebihan. Surah ini menutup daftarnya dengan kesenangan bagi kalian dan bagi hewan ternak kalian (80:32), sehingga hasil tanaman itu disebut untuk lebih dari satu penerima. Di 6:141 penerima hak itu tidak dirinci, tetapi perintahnya menyatakan bahwa ada bagian hasil panen zaitun dan kurma yang harus diberikan pada hari dipetik.